CEO Aston Martin Jakarta, Joerg Kelling mengungkapkan, keputusan Aston Martin DBX bisa masuk Indonesia atau diproduksi masal itu tergantung dari pihak prinsipalnya yang berada di Inggris.
"Kita tidak bisa memprediksi kapannya, tergantung Aston Martin dari Inggris," ungkap Kelling kepada detikOto di sela-sela acara peresmian Aston Martin Jakarta di X2, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (18/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galeri Foto: Aston Martin DBX
"Dibawa kesini (Indonesia) pasti, tapi kapannya belum bisa diprediksi, tunggu saja nanti," sambungnya saat ditemui detikOto di tempat yang sama.
Hadirnya DBX ini diklaim akan menjadi sebuah pertanda bagi Aston Martin dalam melakukan perubahan besar-besaran pada line up-nya, khususnya di segmen Luxury GT.
Tak hanya itu, melalui crossover listrik terbarunya, DBX, Aston Martin juga ingin mendekati kalangan wanita dan para keluarga yang berada di seluruh dunia.
Meski saat dipamerkan di Geneva Motor Show dalam bentuk 2 pintu dan bertenaga listrik, saat diproduksi nanti, mobil kemungkinan akan bertransformasi menjadi mobil 4 pintu dan bermesin bensin.
Saat dijual nanti di Eropa harganya kemungkinan mencapai Rp 3 miliar.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit