Seperti dilaporkan Car Advice, Senin (17/3/2015), generasi kedua Beetle yang mulai dipasarkan pada 2012 lalu, ternyata penjualannya tak semoncer yang diharapkan.
Pada 2014 lalu misalnya, mobil ini hanya terjual 94.000 unit atau melorot 22 persen dibanding 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana program pengurangan model itu mulai terdengar delapan bulan lalu. Itu muncul setelah Chief Executive Officer VW, Martin Winterkom mengumumkan rencana pemangkasan biaya nilai 5 miliar euro atau sekitar Rp 69 triliun.
Langkah itu ditempuh demi mewujudkan obsesi VW untuk mengungguli Toyota Motor sebagai produsen mobil terbesar sejagat.
Tahun lalu, pabrikan ini telah mencetak rekor baru dalam penjualan yakni sebanyak 10,1 juta unit. Pada 2015 ini, pabrikan mematok peningkatan volume penjualan, pendapatan, sekaligus laba.
VW memproyeksikan margin keuntungan 6-7 persen dari segmen mobil penumnpang. Margin ini naik 2,5 persen dari 2014.
Pertumbuhan grup didukung oleh kurang lebih 50 model baru. Model anyar itu termasuk VW Golf R wagon, Skoda Superb dan generasi terbaru Audi Q7.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek