Berbekal uang US$ 14 atau sekitar Rp 179 ribu untuk membeli komponen pemancar atau transmitter, remaja berusia 14 tahun berhasil meretas sistem keamanan sebuah mobil. Padahal, pada saat yang sama para ahli keamanan otomotif dengan meyakinkan menyebut sistem keamanan mobil saat ini tidak mudah diretas.
Seperti dilansir Autoblog, Jumat (20/2/2015), remaja yang tak disebutkan jati dirinya itu berhasil membobol sistem jaringan komputer mobil dalam acara Cyber Auto Challenge.
"Anak itu baru berusia 14. Bahkan ia terlihat baru berumur 10 tahun," kata Vice President dan Chief Technology Delphi Automotive, Andrew Brown.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya, dengan berbekal peralatan buatannya itu dia mencoba membobol mobil salah seorang bos perusahaan pembuat mobil. Hasilnya, mobil yang tak disebutkan mereknya itu berhasil dia gerakkan wipernya.
Begitu pun dengan lampu mobil tersebut. Dia berhasil menyalakan dan mematikannya. Tak pelak, aksinya itu membuat terkejut sang pemilik.
βIni adalah saat yang penting. Bagi pabrikan mobil yang ikut adalam acara itu (Cyber Auto Challenge), akan menyadari, ternyata sistem penghambat penyusupan (retas) jauh lebih rendah dari yang mereka duga,β papar Dr Anuja Sonalker, ilmuwan terkemuka dan manajer program Delphi and Battelle, sebuah lembaga nirlaba yang menggelar acara itu.
Ia menggambarkan pembobolan itu lebih dari sebuah serangan gangguan umum. Sonaker juga menegaskan pentingnya sistem keamanan yang mumpuni pada bagian-bagian terpenting dari mobil seperti sistem kemudi, rem, dan sistem percepatan atau gas. Karena sistem keamanan itu tidak bisa dikompromikan.
Sementara insiden itu menjadi peringatan bahwa mobil sangat rentan menjadi sasaran peretasan.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir