Seperti dilansir Automotivenews Eropa, salah seorang eksekutif Mitsubishi mengatakan proses studi kelayakan pembuatan mobil itu di akhiri setelah gagal menghasilkan jalan keluar yang saling menguntungkan. Tadinya Mitsubishi ingin mengambil sedan buatan Nissan yang diproduksi di Busan Korea, namun fluktuasi nilai tukar jadi membuat rencana itu berantakan.
βPenguatan Won (Korea) terhadap dolar (AS) dan Yen, akan membuat harga mobil itu sanghat mahal (karena proses produksi juga mahal),β paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk memanfaatkan pabrik Nissan di Amerika, juga tak mungkin. Soalnya, kapasitas pabrik telah terpakai menyusul tingkat produksi yang tinggi akibat derasnya ekspor model Nissan.
Sedangkan untuk memanfaatkan pabrik Mitsubishi yang berada di Normal, Illinois, Amerika, juga kecil kemungkinannya.
Sebab, pabrikan itu harus merombak perlengkapan dan peralatan pabrik, sementara tingkat penjualan sedan belum tentu mampu menutup investasi baru tersebut.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik