Ford kembali melakukan penarikan kendaraan (recall) dalam skala besar. Pabrikan asal Amerika Serikat (AS) itu menarik sekitar 1,4 juta unit pikap F-150 di pasar AS setelah investigasi panjang oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Mengutip laman Automotiveworld, penarikan ini dipicu temuan adanya potensi kerusakan pada koneksi listrik antara sensor jangkauan transmisi dan modul kontrol powertrain. Masalah tersebut dapat menyebabkan transmisi tiba-tiba turun ke gigi kedua tanpa input dari pengemudi.
Ford mengaitkan kerusakan tersebut dengan paparan panas dan getaran dalam jangka panjang. Sebagai solusi, perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak pada modul kontrol powertrain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, recall ini mencakup model F-150 tahun produksi 2015 hingga 2017 yang menggunakan transmisi 6R80. Hingga saat ini, tercatat dua kasus cedera dan satu kecelakaan yang diduga berkaitan dengan masalah tersebut.
Ini bukan yang pertama kalinya Ford melakukan penarikan besar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, jumlah recall Ford terbilang jauh lebih tinggi dibandingkan pabrikan otomotif lain di AS.
Dengan tambahan 1,4 juta unit ini, total recall Ford 2026 hampir menyentuh angka 10 juta unit hanya dalam waktu lebih dari empat bulan. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Ford mencatat total recall hingga 13 juta unit, melampaui gabungan sembilan produsen besar lainnya seperti Toyota, Stellantis, Hyundai, Honda, dan General Motors.
Besarnya angka tersebut juga berdampak finansial signifikan. Biaya garansi Ford secara konsisten menembus lebih dari US$4 miliar per tahun. Bahkan, satu kampanye recall pada 2025 yang melibatkan 694.000 unit Bronco Sport dan Escape diperkirakan menelan biaya hingga US$570 juta.
CEO Jim Farley bilang situasi ini sebagai 'luka yang dibuat sendiri' dan menilai peningkatan kualitas sebagai peluang penghematan terbesar dalam jangka pendek. Lalu, CEO Kumar Galhotra menegaskan bahwa perbaikan kualitas membutuhkan waktu dan disiplin dalam proses peluncuran produk.
Menariknya, masalah kini banyak berkaitan dengan perangkat lunak, mulai dari kamera belakang hingga sensor transmisi. Hal ini menjadi krusial, mengingat strategi masa depan Ford sangat bergantung pada integrasi sistem elektronik dan platform kendaraan listrik yang lebih sederhana namun terpusat.
(lua/dry)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik