Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari

Foto Oto

Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari

Rengga Sancaya - detikOto
Kamis, 11 Jun 2026 22:00 WIB

Semarang - Inovasi hijau dari kampus. Mahasiswa Unissula Semarang kembangkan mobil listrik tenaga surya untuk dukung energi bersih dan transportasi masa depan.

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersiap melakukan uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). Fakultas Teknologi Industri Unissula mengembangkan mobil listrik tenaga surya berkapasitas baterai 48 Volt yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sehingga mampu melaju hingga 20 kilometer per jam dan beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan yang menjadi wujud inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih serta pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) memeriksa kondisi panel surya saat uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersiap melakukan uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). Fakultas Teknologi Industri Unissula mengembangkan mobil listrik tenaga surya berkapasitas baterai 48 Volt yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sehingga mampu melaju hingga 20 kilometer per jam dan beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan yang menjadi wujud inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih serta pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Prototipe mobil ini dirancang dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama yang kemudian disimpan dalam sistem baterai untuk menggerakkan kendaraan tanpa menggunakan bahan bakar minyak. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersiap melakukan uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). Fakultas Teknologi Industri Unissula mengembangkan mobil listrik tenaga surya berkapasitas baterai 48 Volt yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sehingga mampu melaju hingga 20 kilometer per jam dan beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan yang menjadi wujud inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih serta pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mobil listrik hasil pengembangan tersebut menggunakan baterai berkapasitas 48 Volt dan mampu beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan. Kendaraan ini juga dapat melaju dengan kecepatan hingga 20 kilometer per jam, menunjukkan potensi penggunaan energi terbarukan dalam sektor transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersiap melakukan uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). Fakultas Teknologi Industri Unissula mengembangkan mobil listrik tenaga surya berkapasitas baterai 48 Volt yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sehingga mampu melaju hingga 20 kilometer per jam dan beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan yang menjadi wujud inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih serta pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pengembangan kendaraan tenaga surya ini menjadi bagian dari riset dan inovasi teknologi yang dilakukan kampus untuk menjawab tantangan transisi energi di masa depan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, penggunaan energi matahari dinilai mampu menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersiap melakukan uji coba prototipe mobil listrik tenaga surya di kampus Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). Fakultas Teknologi Industri Unissula mengembangkan mobil listrik tenaga surya berkapasitas baterai 48 Volt yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sehingga mampu melaju hingga 20 kilometer per jam dan beroperasi lebih dari lima jam dalam sekali penggunaan yang menjadi wujud inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih serta pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Melalui inovasi tersebut, para mahasiswa berharap teknologi kendaraan berbasis energi bersih dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan lebih luas. Kehadiran mobil listrik tenaga surya ini sekaligus menjadi bukti bahwa riset di lingkungan perguruan tinggi dapat melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan transportasi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari
Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari
Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari
Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari
Tanpa BBM, Tanpa Emisi! Mahasiswa Semarang Ciptakan Mobil Listrik Bertenaga Matahari
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads