7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Mobil Tanpa Sopir Beredar di Jalanan

Mobil Tanpa Sopir

7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Mobil Tanpa Sopir Beredar di Jalanan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 02 Feb 2015 17:07 WIB
7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Mobil Tanpa Sopir Beredar di Jalanan
London - Teknologi mobil otonom sudah di ujung pintu. Beberapa pabrikan otomotif sudah banyak yang mulai memamerkan mobil otonom tanpa sopir.

Namun, laman Telegraph, Senin (2/2/2015) melansir, sebelum mobil tanpa sopir beredar di jalanan, ada beberapa 'pekerjaan rumah' yang harus dilakukan. Mulai dari pengembangan teknologinya, hingga manusia yang menunggangi mobil otonom itu harus benar-benar disiapkan.

Jika tidak, mobil otonom dapat dipastikan belum bisa beredar di jalanan umum. Sebab, keselamatan dan keamanan pengguna jalan akan terancam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 7 hal yang harus disiapkan matang-matang sebelum mobil otonom tersebar luas ke pasar global.

1. Pemetaan Jalan

dok Hyundai
Semua jalanan hingga trotoar harus dipetakan oleh sebuah mobil otonom. Kini, Google sudah mulai melakukan proyek pemetaan sekala besar dan Google Street View juga membantunya dengan sudah mengerjakan beberapa dasar yang dibutuhkan proyek ini.

Namun, program pemetaan ini sudah dianggap mudah. Kepala Proyek Self-Driving Google Chris Urmson menyatakan, para peneliti tidak memiliki hambatan tertentu untuk mengerjakan pemetaan ini.

2. Pengujian pada Segala Kondisi Cuaca

Beberapa pengujian memang sudah banyak dilakukan dengan mengandalkan sensor dan radar pada mobil otonom.

Namun, kamera dan laser yang hadir pada mobil otonom itu belum bisa berurusan dengan kondisi cuaca yang menantang. Artinya, mobil otonom masih belum siap menghadapi jalanan dengan cuaca seperti kabut tebal, hujan deras atau bahkan salju.

3. Mobil Otonom Juga Harus Bisa Mendengar

Saat mengendarai sebuah mobil di jalan, pengemudi harus bisa menafsirkan beberapa bunyi di sekitarnya. Salah satunya adalah mendengarkan suaran sirene mobil darurat yang mengharuskan pengemudi itu untuk memberi jalan.

Hal itu juga harus berlaku untuk mobil tanpa sopir. Mobil otonom juga harus bisa menafsirkan sirene darurat. Mobil otonom harus mampu merespons dengan tepat jika ada sebuah mobil darurat yang memerlukan jalan.

4. Mundur Otomatis

Kebanyakan mobil otonom masih belum bisa mundur secara otomatis tanpa bantuan manusia. Agar mobil otonom siap digunakan, sistem mundur otomatis juga diperlukan meski hal ini tidak menjadi prioritas untuk pengembang.

5. Asuransi

Bagaimana asuransi bisa bekerja untuk mobil otonom masih belum jelas. Pertanyaan mengenai siapa yang harus membayar ganti rugi ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil otonom masih diperdebatkan.

Hal itu juga dipandang sebagai penghalang utama untuk membiarkan mobil otonom berkeliaran di jalan raya.

6. Soal Persepsi Masyarakat

Banyak masyarakat yang masih meragukan dengan keamanan mobil otonom ini. Setengah orang Inggris yang terlibat dalam sebuah survei yang dilakukan uSwitch.com menjawab mereka tidak ingin menjadi penumpang mobil otonom karena masalah keselamatan.

Setidaknya 16 persen mengaku merasa takut dengan gagasan kendaraan tak berawak mengemudi di jalan-jalan Inggris. Empat dari sepuluh orang tidak percaya mobil otonom bisa berkendara dengan aman. Mobil otonom dianggap membahayakan pengemudi lain, pengendara sepeda dan pejalan kaki.

7. Biaya

Jika mobil otonom akan bersaing di pasar otomotif, produsen perlu memastikan biaya yang tidak terlalu mahal. Peneliti pasar IHS Automotive memprediksi, teknologi mobil otonom akan menambah biaya antara 4.500 poundsterling hingga 7.000 poundsterling pada sebuah mobil di tahun 2025.

Namun diprediksi, angka itu akan turun menjadi sekitar 3.000 poundsterling pada tahun 2030 dan sekitar 2.000 poundsterling pada 2035. Sebab, tahun itu akan menjadi waktu ketika mobil otonom sudah banyak yang beredar di jalanan.

Halaman 2 dari 8
(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads