Menurut Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman alias Andi Rachman di daerah perkebunan dan transmigrasi beraneka mobil keren berseliweran.
"Menurut Bank Indonesia, jadi uang yang masih berada di masyarakat masih banyak, jadi mungkin bapak lihat kalau di Pekanbaru ini kadang-kadang masyarakat beli mobil bawa karung, bayar cash," ujarnya dalam peluncuran Mitsubishi Delica di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka punya banyak uang, jadi banyak yang belum memakai bank untuk transaksi," ujarnya.
Namun dia berpesan kepada para pengusaha atau konsumen lain yang akan membeli mobil, diharapkan untuk menggunakan pelat nomor BM (Riau).
"Imbauan dari Pemprov, karena ada leasing di sini, tentu kita berharap kalau mobil dibeli di Riau ini jangan pakai pelat nomor lain lagi pakailah BM, kalau pakai BM berarti ada pemasukan buat Riau lewat bea balik nama dan lainnya yang dipakai untuk membangun jalan. Tugas pemerintah adalah membangun jalan. Sekarang enggak ada alasan lagi, pelatnya harus BM," pinta Andi Rachman.
Apalagi di Pekanbaru dan Riau pada umumnya, diler dan showroom mobil sudah banyak. "Kalau dulu leasing itu punya alasan cabangnya enggak ada di Pekanbaru, tetapi ada di Medan, sekarang di Pekanbaru sudah banyak. Jadi sekarang enggak ada alasan lagi, pelatnya harus BM," tutup Andi.
(ddn/ady)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun