Anda punya pemikiran jika mobil yang diimpor dari luar negeri (CBU) lebih mahal dibandingkan mobil yang dirakit di Indonesia (CKD)? Sepertinya Anda harus berpikir ulang, karena pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Seperti yang disampaikan oleh General Manager Marketing Communication & Product Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, di Nusa Dua Bali.
"Ada pemikiran yang salah antara CBU dan CKD, dikatakan CBU lebih mahal dibandingkan dengan mobil yang dirakit di Indonesia, itu tidak sepenuhnya benar," kata Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena CBU logistik coast-nya itu lebih murah, sedangkan CKD lebih mahal. Meter per kubiknya lebih mahal (jika satu mobil diurai, kecuali lokal kontennya sangat banyak CKD bisa lebih murah," katanya lagi.
Dirinya juga menambahkan, salah satu yang membuat mahal mobil CKD bisa diperoleh akibat part yang didapat dari berbagai negara.
"Belum partnya yang dari berbagai negara, kalau diperetelin itu lebih mahal. Kalau di CKD tidak lokalisasi jelas membuat harga mobil itu lebih mahal dan CBU lebih murah," ujarnya.
(lth/ady)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?