Batal Jadi Mobil Menteri, Mercy Hormati Keputusan Pemerintah

Batal Jadi Mobil Menteri, Mercy Hormati Keputusan Pemerintah

- detikOto
Kamis, 11 Sep 2014 08:26 WIB
Batal Jadi Mobil Menteri, Mercy Hormati Keputusan Pemerintah
Jakarta -

PT Mercedes-Benz blak-blakan mengenai proses lelang mobil untuk pemerintah yang akhirnya semalam dibatalkan. Mercy belum menerima informasi resmi dari pemerintah namun meski begitu Mercy tetap menerima keputusan pemerintah.

"Kami belum menerima informasi resmi secara tertulis mengenai hal tersebut," ujar Deputy Director Corporate Communication & External Affairs PT Mercedes-Benz Indonesia Elvera N. Makki kepada detikOto.

Mercedes-Benz Indonesia, lanjutnya, senantiasa menjalankan bisnis dengan menjunjung tinggi profesionalisme, etika bisnis, kepatuhan dan integritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai salah satu peserta lelang ini, Mercedes-Benz Indonesia telah mengikuti seluruh prosedur dan tata laksana yang ditetapkan, serta memberikan penawaran terbaik dari Mercedes-Benz, hingga kemudian kami diinformasikan terpilih sebagai pemenang. Tugas Mercedes-Benz Indonesia sebagai peserta telah diselesaikan dengan baik. Keputusan selanjutnya merupakan otoritas dari pemerintah yang harus kami hormati," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Sekretaris Negara membatalkan proses pengadaan mobil dinas baru untuk menteri Joko Widodo. Mensesneg Sudi Silalahi menyerahkan proses pengadaan mobil Mercy diserahkan ke pemerintahan Jokowi.

"Mensesneg memutuskan kendaraan dinas tidak dilanjutkan, pembelian kendaraan dinas utamanya jenis dan harga diserahkan kepada pemerintahan mendatang," ujar Sesmensesneg Taufik Sukasah di kantor Setneg, Jalan veteran, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014) malam.

Menurut Taufik, pihaknya hanya bertugas melakukan pelelangan secara transparan, dan saat ini sudah menentukan pemenang lelang. "Belum kontrak, tidak ada anggaran sedikit pun yang dikeluarkan," terangnya.

Dalam fungsinya, salah satu tugas Setneg adalah menyiapkan kendaraan kabinet khususnya pemerintahan akan datang. Selama ini tugas itu dilakukan oleh kemensetneg pada setiap akhir kabinet.

"Sesungguhnya adalah bagian yang harus dilaksanakan, memahami, mengingat perkembangan. Kemensetneg memahami pengadaan mobil dinas diperlukan penyesuaian-penyesuaian," kata Taufik.

"Pengadaan kendaraan dinas untuk pemerintahan akan datang, dilakukan transparan, terbuka, akuntabel dan sesuai peraturan berlaku, anggaran negara yang dikeluarkan untuk kendaraan dinas bagi pejabat setingkat menteri belum ada yang dikeluarkan sedikit pun," tambahnya.

Mercy di Indonesia

Sebenarnya bagaimana kiprah Mercy di Indonesia sampai merek Jerman itu dipilih sebagai mobil menteri? Mercedes-Benz Indonesia telah hadir di Indonesia sejak 1970 dengan melakukan perakitan lokal untuk model C-Class, E-Class, dan S-Class.

Kemudian dua tahun lalu pada 2012 Mercedes-Benz mulai merakit secara lokal SUV berkapasitas 5 penumpang ML-Class dan tahun lalu GL-Class yang berkapasitas 7 penumpang.

Faktor mobil yang sudah dirakit di Indonesia, seperti disampaikan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, ini lah merupakan salah satu pertimbangan pemerintah dalam memilih mobil Mercy.

Untuk GL-Class, pabrik Mercedes-Benz di Indonesia, bersama dengan pabrik di India dipercaya oleh kantor pusat di Stuttgart, Jerman, untuk melakukan perakitan lokal, di luar pabrik Mercedes-Benz untuk kategori SUV yang terpusat di Amerika Serikat.

Kendaraan Mercedes-Benz sendiri merupakan kendaraan pertama yang hadir di Indonesia, yaitu dengan Victoria-Benz di tahun 1894.

Kendaraan Mercedes-Benz telah sekian lama dipercaya sebagai kendaraan untuk kegiatan kenegaraan di berbagai belahan dunia.

"Tidak hanya menawarkan kenyamanan, namun yang terpenting adalah kendaraan Mercedes-Benz menghadirkan konsep keamanan yang terintegrasi dan melindungi pengendata dan penumpang dengan berbagai fitur dan teknologi keamanan mumpuni yang disiapkan dalam 4 fase, yaitu saat berkendara, saat berada dalam situasi berbahaya, saat kecelakaan terjadi, dan paska kecelakaan," ujar Elvera.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads