Toyota mengatakan kalau selama ini NAV1 sudah mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Untuk itu penyegaran pun dilakukan di pertengahan tahun 2014 ini berdasarkan input dan feedback dari konsumen.
Test Drive Toyota NAV1
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Suparno Djasmin menyatakan New NAV1 hadir untuk memenuhi permintaan konsumen akan High MPV yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan Indonesia.
"Peluncuran New NAV1 merupakan salah satu bentuk komitmen PT Toyota-Astra Motor untuk memberikan dan menghadirkan kendaraan High MPV sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik konsumen Indonesia," ujar Suparno dalam peluncuran New NAV1, di Jakarta, Jumat (9/5/2014).
Perkembangan market MPV di Indonesia terbilang dinamis dan cukup signifikan. Toyota senantiasa berupaya menjawab kebutuhan pasar dengan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan kenyamanan bagi keluarga Indonesia.
Kehadiran Toyota NAV1 atau Navigator One di Indonesia pada Desember 2012 saat itu atas dasar permintaan konsumen akan hadirnya sebuah kendaraan keluarga yang mampu memberikan kenyamanan serta kemewahan dari sebuah MPV.
"Berdasarkan survei yang kami lakukan kepada konsumen segmen High MPV, kami mendapatkan masukan berharga. Sebagai apresiasi atas feedback konsumen inilah, kami melakukan refreshment pada NAV1. NAV1 menawarkan semua kebutuhan konsumen akan sebuah High MPV,β"urainya.
Saat ini New NAV1 ditawarkan dalam tipe G Grade dan V. Tapi ada pula tipe baru yakni V Limited untuk menambah line up yang ada. Pilihan warnanya ada 3 antara lain White Pearl, Silver Metallic dan Black.
Menurut Direktur Marketing Rahmat Samulo segala perubahan yang disematkan di model ini seharusnya ada kenaikan harga antara Rp 10-15 juta dibanding varian sebelumnya.
"Tapi kenaikan hanya Rp 3 juta. Jadi ini merupakan apresiasi kita kepada konsumen, kenaikan harga itu tidak 100 persen ditanggung konsumen," katanya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik