Mendikbud M Nuh mengatakan jika tiba waktunya, dia ingin kedua mobil listrik nasional Ezzy 1 dan Ezzy 2 diproduksi massal.
"Nantinya produksi massal. Mendikbud support. Sekarang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam pengembangan mobil listrik. Jadi dalam pengembangan teknologi tapi ending produknya masing-masing buat sendiri setelah itu uji coba mana yang lebih baik," kata M Nuh kepada detikOto di kantornya di Senayan, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Sebelumnya, Dosen ITS Nur Yuniarto mengatakan untuk sampai tahap produksi massal masih membutuhkan waktu cukup lama. Sampai saat ini pengembangan mobil listrik ITS baru mencapai tahap uji jalan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui.
"Pertama konsep desain, kedua engine desain, ketiga prototipe, keempat uji laborarium dan kelima sampai tahap uji jalan. Dan yang terakhir yang kita jalankan. Sampai sekarang kita sampai diuji coba jalan. Dan ini masih lama prosesnya," ucap Nur.
Nur memaparkan ketiga mobil listrik dan Lowo Ireng dibangun mulai konsep desain sampai bangun sasis yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah.
"Motor listrik untuk mobil listrik warna putih didatangkan dari Australia. Dan motor listrik untuk mobil listrik warna merah didatangkan dari Jepang. Harga motor listrik dari Jepang Rp 200 juta lengkap controller," tutur Nur.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan