Jadi mobil LCGC hanya dilengkapi nozzle RON 92 ke atas sehingga tidak bisa diisi BBM subsidi.
"Masih dibuat nozzle-nya," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat saat peresmian pabrik Kawasaki di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014).
Sebelumnya terkait pembatasan BBM ini, Kementerian Perindustrian sudah mengirimkan surat resmi kepada Menkeu Chatib Basri dalam upaya pengendalian penggunaan BBM bersubsidi pada mobil murah.
Penggunaan bensin bersubsidi sebenarnya tidak direkomendasikan oleh 5 produsen mobil yang menelurkan LCGC. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan pernah menyebutkan jika bandel menggunakan Premium, maka garansi akan hilang atau hangus.
Namun masyarakat pengguna LCGC masih banyak yang bandel dan tidak menghiraukan anjuran ini.
"Memang kalau memakai premium, performanya terasa sangat menurun," ujar salah seorang pengguna mobil LCGC kepada detikOto.
Hal itu juga dipastikan oleh Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rio Sanggau. Dia menjelaskan kalau pihaknya telah mengedukasi konsumen, terutama konsumen Daihatsu Ayla untuk menggunakan bahan bakar RON 92 sekelas Pertamax.
"Kita sudah memberi-tahu konsumen seperti itu. Di buku panduan juga telah ada penjelasan kalau Ayla ini bakal jauh lebih baik kalau menggunakan bensin sekelas Pertamax. Kami tidak menganjurkan konsumen pakai Premium," jelasnya.
"Tapi, karena tidak ada yang bisa mengontrol semua mobil harus pakai Premium atau Pertamax cukup sulit juga. Tapi, kalau di kemudian hari ada masalah dengan mesin dan kalau kita teliti dan terbukti itu terjadi karena bahan bakar, garansi tidak berlaku," kata Rio.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek