Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh CEO Toyota Motor Corp (TMC) Akio Toyoda dalam wawancaranya dengan Nikkei Asian. Demikian dilansir Inautonews, Selasa (25/3/2014).
"Ini adalah langkah pertama kami untuk memastikan kami tetap pada jalur pertumbuhan. Kami telah menugaskan 6 wakil presiden eksekutif untuk mengawasi ini semua," katanya.
Namun, Toyoda tidak mengharapkan penjualannya tumbuh dengan pesat di semua wilayah. Di Amerika Serikat (AS), penjualannya mengalami penurunan 4 persen pada Februari.
Bahkan sempat dirundung masalah yang terpaksa harus menarik lebih dari 10 juta mobil di AS. Dalam masalah ini, Toyota harus mengganti rugi dan siap untuk membayarnya.
Berdasarkan hasil penjualan secara global di tahun lalu, Toyota berhasil naik 2 persen dibanding tahun 2012 lalu. Sementara pesaingnya, GM menjual 9.710.000 unit mobil dan Volkswagen (VW) sekitar 9,7 juta unit.
Persaingan antara ketiga produsen itu memang cukup ketat. Bahkan tahun lalu saja VW sudah mendeklarasikan akan melampaui penjualan GM dan Toyota dan siap menjadi produsen mobil terbesar di dunia pada tahun 2018 mendatang.
(ady/syu)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0