"Yang pasti dampak pada penjualan karena kenaikannya agak signifikan pajak lama dan baru. Dari 75 persen menjadi 125 persen sudah pasti akan berdampak pada penjualan. Hanya kita kalangan pengusaha harus selalu optimis, memberikan nilai lebih kepada konsumen itu yg kita lebih gali lebih dalam," ujar CEO PT Citra Langgeng Otomotif Arie Christopher, saat dihubungi detikOto, Jumat (21/3/2014).
PT Citra Langgeng Otomotif adalah distributor Ferrari di Indonesia. Arie pun mengaku hanya bisa pasrah. Meski begitu Ferrari pasti menyiapkan strategi khusus agar tidak terjadi penurunan permintaan mobil sport asal Italia ini.
"Ini kan peraturan pemerintah, kita bisa apa? Strategi baru (agar lebih merangsang pasar) pasti akan kita cari. Pasti pasar akan shock (kaget) sedikit, tapi kalau melihat segmen kecil ini mudah-mudahan tidak akan berpengaruh lama," tambahnya.
Mengenai efeknya terhadap penjualan mobil sport, Arie menuturkan hal itu masih terlalu dini.
"Saya belum tahu pasti pasar berapa turunnya, dampak langsungnya apakah ada pembatalan, atau pengurangan order," ujarnya.
Begitu pula soal penerimaan pajak yang akan diterima pemerintah, dia memperkirakan pajak dari sektor mobil sport kecil.
"Melihat dari pendapatan negara, karena volume penjualannya kecil, tidak artinya, tidak sampai 1 persen dibandingkan dengan penjualan mobil nasional," ujarnya.
Namun Ferrari tetap akan memperkenalkan produk baru, yang paling dekat ada di pertengahan tahun ini. Di tahun 2013 lalu, Ferrari menjual setidaknya 40 unit mobil di Indonesia.
Kenaikan PPnBM ini akan berlaku untuk mobil bermesin bensin 3.000 cc ke atas, mobil bermesin diesel 2.500 cc ke atas dan sepeda motor 500 cc ke atas. Kenaikannya tidak tanggung-tanggung, dari 75 persen menjadi 125 persen.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Kok Bisa Nggak Dikasih Jalan saat Nyalip Pengemudi Sigra sampai Ngamuk di Tol?