Raksasa asal Amerika Serikat, GM, secara mengejutkan mengumumkan kalau mereka akan melakukan penarikan kembali pada 1,5 juta kendaraan. Dengan begitu, GM terhitung sudah menarik 3,1 juta kendaraan setelah beberapa waktu lalu menarik 1,6 juta kendaraan.
Penarikan kembali 1,6 juta kendaraan yang dilakukan pertama oleh GM itu terpaksa dilakukan karena adanya masalah di stop-kontak pada mobil produksi GM yang membuat mesin tiba-tiba mati hingga kantung udara yang tidak berfungsi.
Sedangkan recall terbaru dilakukan karena diduga ada masalah di kabel airbag, bagian rem dan komponen lainnya di beberapa model.
Lembaga yang memperhatikan masalah keamanan kendaraan di AS, Center for Auto Safety mengatakan kalau tidak kurang dari 303 jiwa melayang terkait masalah malfungsi airbag di mobil-mobil GM ini.
Padahal, GM hanya mengaku kalau masalah ini menyebabkan 34 kecelakaan dengan 12 kematian. Raksasa yang bermarkas di Detroit ini pun mengatakan kalau laporan ratusan jiwa yang melayang itu sebagai laporan tanpa analisis mendalam dan penunh spekulasi.
"Ada yang salah dengan proses kami dalam hal ini, dan hal-hal buruk terjadi," kata Barra di Reuters.
Untuk menanggulangi recall ini, GM dikabarkan akan menyiapkan dana hingga US$ 300.000.0000.
Penarikan kembali yang tengah dilakukan oleh GM sendiri tengah mendapat sorotan dari Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
NHTSA tengah menyelidiki GM untuk melihat apakah pengumuman recall ini telat dilakukan atau tidak. Bila terbukti telat, maka GM bisa didenda hingga US$ 35 juta atau sekitar Rp 407,15 miliar akibat hal ini.
Akibat masalah recall ini pula ancaman class action juga tengah dipersiapkan oleh masyarakat dan harga saham GM melorot.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer