Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane menjelaskan, fenomena masyarakat Indonesia yang suka pelesiran bersama keluarga berpotensi memperpendek umur ban.
"Bisa juga karena mobil orang Indonesia itu suka overload. Dan karena overload, ban tidak kuat. Tidak bisa menahan beban," kata Azis Pane.
Jadi, menurut Azis pemilik mobil juga harus memperhatikan segala kondisi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Pasalnya banyak faktor yang bisa merusak kawat ban.
"Jangan bilang ban lokal jelek. Ban kita sudah terbaik di dunia," tukasnya.
Beberapa hal lain yang harus diperhatikan pemilik mobil adalah tekanan angin ban. Tekanan angin pada ban harus sesuai dengan yang telah ditetapkan pabrikan mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus