Dengan banyaknya angkutan umum di Jakarta akan mampu mengubah pola pikir masyarakat beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum.
"Ada kesempatan mereka (pabrikan mobil) misalnya untuk menyumbang bus. Bisa mengurangi volume kendaraan yang ada di jalan karena mereka (masyarakat) akan menggunakan bus itu. Ini juga potensi CSR juga bagi pabrikan mobil," kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Udar Pristono di sela-sela peresmian simpang Mampang Prapatan, Sabtu (30/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harapankan produsen bergeliat jangan hanya produksi mobil penumpang, tapi juga produk kendaraan umum. Memang stake holder ini banyak partisipasi seperti pembenahan jalan, tapi itu saja tidak cukup," ucapnya.
Dia menambahkan perlu ada transportasi massal yang lebih untuk mengangkut ribuan masyarakat Jakarta dan sekitar setiap jam-jam kerja. Dengan adanya perbaikan perimpangan saja tidak cukup.
"Oleh sebab itu kalau bisa jangan hanya memperbaiki simpang saja tapi ke depannya transportasi publik kita perhatikan," tutup Udar
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun