Perjuangan Pebalap Muda Sleman di Jerez, Perebutan Gelar Tetap Terbuka

Perjuangan Pebalap Muda Sleman di Jerez, Perebutan Gelar Tetap Terbuka

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 06 Jul 2026 15:37 WIB
Kiandra Ramadhipa
Kiandra Ramadhipa. Foto: Dok. Astra Honda
Jakarta -

Pebalap muda asal Sleman, Yogyakarta, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif di balapan Moto3 Junior World Championship yang digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan kemarin. Berlangsung dalam dua kali balapan di Circuito de Jerez - Ángel Nieto, Spanyol, pada Minggu 5 Juli 2026, Ramadhipa mengemas 9 poin di putaran ini.

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor tersebut memang tampil kompetitif di sepanjang kejuaraan Moto3 Junior World Championship. Rider berusia 16 tahun itu tetap menjaga peluang dalam persaingan perebutan posisi teratas klasemen sementara.

Race pertama berlangsung dengan suhu lintasan mendekati 44 derajat Celsius. Ramadhipa yang menjadi rider Honda Asia Dream Racing Junior Team memulai jalannya balapan dengan start yang kurang mulus. Meski sempat melesat di kualifikasi dan menempati grid start kelima, Rama tercecer ke posisi delapan setelah melewati beberapa tikungan awal. Ia berusaha menggapai persaingan grup terdepan, namun balapan dihentikan sementara akibat red flag atas insiden yang melibatkan salah satu pebalap. Balapan dilanjutkan dengan dipersingkat menjadi 10 lap, Ramadhipa start dari posisi delapan. Persaingan semakin ketat, sempat terlempar dari posisi 10 besar. Perlahan ia mulai memperbaiki posisinya dan berakhir finish di posisi tujuh dan mendapat 9 poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Race kedua digelar tiga jam setelah race pertama dimulai. Kondisi lintasan semakin panas hingga menyentuh 60 derajat Celsius. Pada balapan ini, Ramadhipa mampu melakukan start dengan baik. Ia bersaing di posisi lima besar. Dua pebalap di depannya mengalami insiden pada lap-lap awal. Ramadhipa yang menunggangi motor Honda NSF250RW bersaing di posisi podium. Sayang, petaka hadir saat lap akhir. Ramadhipa mengalami kontak dengan pebalap lain dan terjatuh. Ia pun bangkit, kembali mengaspal di arena balap, meski harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-21.

"Race satu berjalan cukup sulit. Saya berusaha tetap berada di grup depan namun kesulitan menemukan ritme, sehingga saya memutuskan untuk bertahan dan poin berhasil diamankan. Di race kedua, sejak awal saya mencoba memimpin jalannya balapan, tetapi belum berhasil. Sayang, pada lap terakhir pebalap lain menabrak sisi kanan motor hingga saya terjatuh. Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil kuat dan cepat di Magny-Cours," ujar Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan perjuangan Ramadhipa bersaing di putaran Jerez patut diapresiasi. Ia mampu menunjukkan progress dalam race yang berbeda, meskipun hasil positif belum berpihak. Evaluasi dilakukan bersama tim untuk kembali meraih prestasi yang mengharumkan bangsa.

ADVERTISEMENT



"Ramadhipa mampu menunjukkan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Melalui semangat satu hati, kami pun terus mendukungnya agar dapat terus bersaing dengan optimal dan semakin melesat pada putaran berikutnya," ujar Andy Wijaya.

Berkat tambahan sembilan poin di race pertama, Ramadhipa tetap menjaga peluang dalam persaingan gelar. Ia kini hanya terpaut sembilan poin dari pimpinan klasemen dan duduk di peringkat keempat. Pebalap di urutan pertama sampai ketiga sama-sama memiliki 69 poin, sedangkan Ramadhipa telah mengumpulkan 60 poin.

FIM Moto3 Junior World Championship akan kembali berlanjut dalam tiga pekan mendatang sebelum memasuki libur musim panas. Putaran keempat musim ini akan berlangsung di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada 24-26 Juli.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads