Toyota tidak hanya berjualan mobil di Indonesia. Kemacetan yang melanda Jakarta dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi perhatian serius Toyota dan juga pemerintah Jepang.
Untuk mengurai kemacetan di Jakarta Toyota Indonesia, Yayasan Toyota Astra, Pemerintah Jepang dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama. Untuk tahap pertama adalah penguraian kemacetan di persimpangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Peresmian simpang Mampang Prapatan dihadiri oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shigeru Ushio, didampingi Presiden Komisaris TMMIN dan TAM Hiroyuki Fukui, Presiden Direktur PT. TMMIN Masahiro Nonami, Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya bantuan dari pihak swasta contohnya produsen mobil sangat diperlukan mengingat kondisi infrastruktur jalan di Jakarta sangat tidak memungkinkan menampung volume kendaraan. Udar menambahkan masih ada 30 titik simpul kemacetan yang harus segera dibenahi.
"Private sector diharapkan bisa membantu pembangunan. Karena itu perlu bantuan private sector, dan media untuk memberikan pengertian ke masyarakat," lanjutnya.
Ushio menegaskan program ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Jepang dan Toyota untuk ikut andil dalam mengurangi kemacetan di Jakarta setelah berkoordinasi dan riset mendalam bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ditemukan 30 titik simpul kemacetan di Jakarta, dan disepakati Simpang Mampang sebagai pilot project karena memiliki tingkat kepadatan lalulintas yang cukup tinggi.
"Dengan peresmian simpang Mampang Prapatan ini, diharapkan pemerintah Jepang turut membantu mengurangi masalah kemacetan DKI Jakarta," ucapnya.
Program ini didanai sebagian dari pemerintah Jepang dan sisanya dari Toyota Indonesia (TMMIN dan TAM), suplier dan dealer.
Presiden Komisaris TMMIN & TAM Hiroyuki Fukui menambahkan, program ini merupakan salah satu perwujudan dari 4 pilar komitmen Toyota di Indonesia dalam bidang Corporate Social Responsibility, yaitu Traffic Safety.
"Kegiatan ini didasari atas sikap perbaikan tanpa henti (kaizen), sehingga konsep lalulintas infrastruktur di Simpang Mampang yang sudah disempurnakan tersebut dapat diaplikasikan di tempat lain (yokoten). Hal ini membuktikan bahwa kaizen dan yokoten sebagai filosofi Toyota dapat diterapkan tidak hanya di dalam produksi, tapi juga kehidupan lebih luas untuk menjadi lebih baik," ungkap Fukui.
Sementara itu Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan menyakini, TAM saat ini tidak hanya fokus pada produksi kendaraan penumpang dan komersial, namun konsen pada kondisi lingkungan di Indonesia. Salah satunya diwujudkan dengan perbaikina simpang Mampang Perapatan.
"Toyota tidak hanya jualan. Sebagai filosofi kita harus ramah lingkungan, salah satunya CSR simpang Mampang Prapatan. Segala kegiatan bisnis kami tidak terlepas dari segala pihak. Pertama lingkungan, pendidikan, dan sosial. Setelah bersama-sama dan ini ditunjuk oleh Dishub adalah perbaikan simpang Mampang Prapatan. Pertama padat, dan sering terjadi kecelakaan. Kita sepakata untuk memperbaiki simpang Mampang Prapatan. Harapan kami kegiatan ini sebagai titik awal untuk melerasi kemacetan," tutup Johnny.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?