Kesepakatan antara Iran dan negara barat itu membuka banyak peluang. Amerika Serikat mengatakan bahwa kesepakatan itu akan membawa manfaat Iran senilai US$ 7 miliar selama 6 bulan kesepakatan. Angka itu termasuk peluang pendapatan US$ 1,5 miliar dari berbagai industri termasuk otomotif dan petrokimia.
Sekjen Iranian Auto Parts Manufacturers Association Sasan Ghorbani berharap industri dapat menggunakan momentum ini untuk mengembangkan industri.
"Setelah pasar baru, dan saya pikir pasar Iran adalah wilayah perawan dan memiliki potensi yang cukup untuk investasi," katanya di Auto News.
Seorang pejabat di lingkungan Khodro, salah satu produsen mobil lokal terbesar di Iran mengatakan dengan kesepakatan yang ada akan lebih mudah perusahaan asing datang ke Iran.
PSA Peugeot Citroen, produsen mobil terbesar kedua di Eropa, di tahun 2011 tercatat berhasil menjual 458.000 kendaraan di Iran dan menjadikan Iran menjadi pasar kedua terbesar dibawah tanah air mereka, Prancis, sebelum sanksi perdagangan diberlakukan.
Chief Financial Officer PSA Peugeot Citroen Jean-Baptiste de Chatillon mengatakan bahwa tahun lalu saja sanksi perdagangan Iran telah mengurangi laba operasional mereka hingga 10 juta euro per bulan. Dengan pencabutan sanksi, PSA Peugeot Citroen pun siap kembali masuk ke Iran.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik