Laporan Fairfax yang dikutip Car Advice, seorang mantan menteri Australia memprediksi kalau Holden akan berhenti merakit mobil disana bila merek itu tidak lagi disuntik bantuan dari pemerintah federal Australia.
Meski begitu, Holden menolak mengomentari prediksi tadi dan memilih untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah federal Australia seraya tidak berspekulasi mengenai tenggat waktu atau rencana produksi di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Australia sendiri sedang berbicara dengan General Motors (GM) yang merupakan induk dari Holden agar jangan keluar dari Australia setelah Ford sebelumnya sudah mengatakan akan menutup pabrik mereka disana dalam beberapa tahun ke depan.
Bila Holden hengkang, maka hanya tinggal Toyota yang memproduksi mobil disana. Ini tentu berbahaya karena bila tidak ada merek lain yang berani memproduksi mobil di Australia, besar kemungkinan Toyota juga akan hengkang. Itu alasan kenapa perwakilan pemerintah Australia juga membujuk Toyota agar jangan pergi.
Saat ini produsen mobil yang memproduksi mobil di Australia memang diberi 'tunjangan' oleh pemerintah federal Australia sebagai bujukan agar tidak menutup fasilitas produksi mereka disana. Beberapa merek beranggapan kalau pasar mobil Australia yang mulai jenuh tidak bisa menutupi pengeluaran tinggi tiap pabrik sehingga penutupan adalah salah satu solusi.
Namun, kegiatan merakit mobil bukan semata-mata urusan produsen mobil semata. Sebab untuk membuat sebuah mobil produsen memerlukan suplai komponen dari beberapa vendor.
Nah, bila pabrik perakitan tutup maka bukan hanya karyawan di pabrik itu saja yang terancam di pecat, tapi juga karyawan-karyawan di pabrik komponen. Inilah yang ditakutkan pemerintah Australia.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih