GM Berniat Bawa Merek Mobil China ke Indonesia

GM Berniat Bawa Merek Mobil China ke Indonesia

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 28 Okt 2013 18:34 WIB
GM Berniat Bawa Merek Mobil China ke Indonesia
Reuters
Jakarta -

Produsen mobil General Motors (GM) saat ini hanya membawa merek Chevrolet ke Indonesia. Namun kabar berhembus kalau grup besar asal Amerika Serikat itu hendak pula membawa merek mobil China ke Indonesia.

Merek tersebut adalah SAIC (Shanghai Automotive Industry (Group) Corporation) yang merupakan rekan GM di negeri tirai bambu. Di China, penjualan usaha mobil dari usaha patungan GM dan SAIC tahun ini diperkirakan akan naik antara 300 ribu sampai 3 juta kendaraan.

"Hubungan antara SAIC dan GM tidak pernah lebih baik," kata Chairman GM China Tim Lee dalam sebuah wawancara kepada Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan untuk memenuhi permintaan mobil yang tinggi, GM dan SAIC siap bergegas untuk membuka empat pabrik baru untuk menambahkan kapasitas produksi mereka sekitar 1 juta mobil per tahun di 2015. Lee menyebut, ini adalah sebuah pertaruhan besar.

Namun, meski GM memang harus memperluas ekspansinya di China yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia, keduanya disarankan beberapa ahli industri untuk pula melebarkan sayap mereka ke negara lain.

Untuk urusan itu, GM memandang SAIC sebagai mitra yang tepat untuk melebarkan sayap mereka ke berbagai negara berkembang di seluruh dunia.

India menjadi target, dan Asia Tenggara merupakan target berikutnya. Untuk Asia Tenggara, bukan Thailand yang menjadis sasaran keduanya tapi Indonesia. GM dan SAIC dikabarkan sudah terlibat diskusi untuk masuk ke negara yang memiliki populasi lebih dari 240 juta orang dan menjadi negara berkembang paling utama di kawasan.

"Kami selalu mengatakan sedang melihat opsi dan alternatif di Indonesia bersama SAIC, tapi kami tidak pernah (mengungkapkan) apa model bisnisnya," kata Lee. "Itu sedang dibahas," lanjut Lee.

Juru bicara SAIC Judy Zhu juga menyetujui hubungan antara GM dan SAIC bila ingin masuk Indonesia. Meski begitu, SAIC mengatakan kalau mereka masih mempelajari pasar Asia Tenggara, "dan menjajaki peluang bisnis yang mungkin," ujarnya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads