"Kalau dari kita (Lamborghini Indonesia) tadi pagi sudah bertemu dengan pihak Korlantas dan lain-lain. Semuanya sudah clear kok," ujar Public Relation Lamborghini Rania Shamlan kepada detikOto, Senin (30/9/2013).
Rania menambahkan bahwa selama ini komunitas Lamborghini selalu melakukan konvoi sesuai dengan prosedur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Minggu (30/9/2013) kemarin 18 unit mobil sport Lamborghini melakukan touring bersama menuju Bogor Jawa Barat. Di rombongan 7 unit Lamborghini dan mobil sport lainnya.
"Jadi gini yang melewati bahu jalan itu bukan komunitas Lamborghini. Rombongan kita ada 18 unit dimana 7 unit Lamborghini sisanya mobil sport lain. Jadi yang lewat (di bahu tol) mobil sport yang lain bukan rombongan kita," ujarnya.
Kasat PJR Jagorawi, Kompol Joko Adi, dalam perbincangan dengan detikcom, mengatakan belasan mobil Lamborghini dan beberapa Porsche di dalamnya, perlu mendapatkan pengawalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya.
"Karena mobil ini kan cepat, justru kalau dikawal bisa meredam kecepatan mereka," kata Joko.
Ternyata, di saat bersamaan polisi mendapatkan laporan adanya mobil sport mewah yang ngebut di Jagorawi dan menggunakan bahu jalan. PJR Jagorawi pun mendatangi dan mengecek ke rombongan Lamborghini yang saat itu tengah isi bahan bakar di KM 21, dalam perjalanan pulang ke Jakarta.
"Setelah kami cek, mereka memang tertib. Apalagi mereka dikawal," kata Joko.
Belakangan diketahui, sport car yang ngebut itu dari kelompok lain. "Ternyata itu Ferrari. Kebetulan pada Minggu pagi kemarin ada acara Ferrari di Sentul," imbuhnya.
Meski begitu, Joko tetap memberikan sosialisasi pada pengendara Lamborghini tentang keselamatan berlalu lintas. "Ya kan sambil mereka isi bensin, kami berikan sosialisasi," tegasnya.
Koordinator Humas Lamborghini Jakarta, Andrys Ronaldi, sebelumnya juga memastikan tak ada anggotanya yang melanggar. Pertemuan dengan polisi di pom bensin Shell KM 21 hanya berbicara santai saja.
(lth/ddn)











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan