Ionut Budisteanu baru-baru ini memenangkan kompetisi Intel International Science and Engineering Fair. Hadiah beasiswa US$ 75.000 pun dia dapatkan.
Seperti diketahui, mobil di masa depan diperkirakan akan mulai mengaplikasi sistem autopilot. Namun, teknologi ini masih cukup mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana cara Ionut Budisteanu melakukannya? Ternyata cukup sederhana. Dia mengganti sistem pencitraan resolusi tinggi yang saat ini banyak diaplikasi oleh pengembang dengan sistem pencitraan dengan resolusi rendah.
Namun, untuk mengatasi sistem pencitraan beresolusi rendah itu, Budisteanu merancang program yang dapat melihat trotoar, penanda jalur, dan semua hambatan lain yang dihadapi driver di jalan.
Data itu diolah melalui webcam sementara sistem radar resolusi rendah menangani obyek yang lebih besar seperti mobil dan rumah.
Semua data itu kemudian dikumpulkan dan dikirim ke komputer yang nantinya akan memutuskan bagaimana sikap mobil terhadap sesuatu hal di jalan.
Sudah 50 simulasi yang dijalankan melalui sistem ini dimana 47 diantaranya mobil mampu berjalan secara otonom dengan sempurna. Itu semua dirancang dengan dana kurang dari US$ 4.000. Kalaupun mau mengganti sistem pencitraan dengan resolusi yang lebih tinggi, maka harganya tetap tidak lebih dari US$ 4.000 tadi.
Karena konsep ini, Budisteanu pun mendapat penghargaan dan kini dia telah bekerja di sebuah perusahaan untuk membuat prototipe dan merancang produksi massal konsepnya tersebut.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun