Di kalangan para penggemar otomotif terkadang ada perdebatan mengenai pilihan transmisi apa yang lebih baik. Apakah matik atau manual. Namun, banyak kalangan menilai kalau setiap lelaki haruslah memilih kendaraan bertransmisi manual. Mobil matik untuk wanita.
Perdebatan mengenai pemilihan transmisi manual atau matik memang sudah berlangsung sejak lama. Untuk para pemilih kendaraan matik, alasan kepraktisan menjadi yang utama.
Tinggal pindahkan posisi tuas transmisi ke D, mobil pun sudah bisa melaju tanpa repot menginjak pedal kopling. Transmisi matik pun dianggap hanya cocok untuk wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah demikian? Berikut beberapa alasan yang banyak dipakai oleh para penggila transmisi manual seperti detikOto sarikan dari AskMen.
1. Pegang kendali
|
dok AskMen
|
Transmisi manual dianggap banyak orang seperti halnya seseorang yang memegang remote TV. Dia bisa sesuka hati mengganti channel yang sesuai dengan keinginannya.
Dengan transmisi manual, pengendara memegang kendali mobil mereka dan membuat mereka mampu membuat mobil sesuai dengan keinginannya terutama dalam menjaga irama putaran mesin sesuai dengan keinginan mereka.
Transmisi otomatis saat ini dianggap masih 'belum pintar' memilih posisi gigi yang semestinya sehingga terkadang mesin mempertahankan gigi padahal sudah harusnya berpindah atau malah memilih gigi yang lebih tinggi sehingga mobil menjadi lebih lemot.
2. Manual lebih jantan?
|
dok AskMen
|
Ada anekdot yang menyebutkan ingin dianggap sebagai lelaki sejati, maka pilihlah mobil dengan tiga pedal. Transmisi matik dianggap hanyalah cocok untuk wanita, bukan seorang pria jantan.
Tentu saja hal ini telah menjadi kontroversi sendiri dalam beberapa dekade belakangan dan sepertinya belum akan selesai untuk dibahas.
Bahkan mobil dengan gearbox matik dual-clutch yang memiliki respons lebih baik pun masih dianggap belum macho.
Pun begitu dengan sistem matik yang saat ini sudah memungkinkan pengendara mengganti gigi yang diinginkan melalui paddle shift juga masih dianggap sebelah mata.
Pergantian gigi yang macho dianggap harus melibatkan pedal kopling dan tuas transmisi. Benarkah? Itu terserah anda menilainya.
3. Pengguna manual lebih cerdas?
|
detikOto
|
Sementara para pengguna transmisi manual haruslah melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Menginjak pedal kopling lalu memindakan tuas untuk mengganti posisi gigi lalu menekan pedal gas.
Belum lagi kalau harus bermanuver dimana perpindahan gigi berlangsung cepat. Dengan begitu perpindahan kaki dari kopling ke gas berlangsung sangat cepat sambil satu tangan mengendalikan roda kemudi dan satu tangan lagi memindahkan tuas trasmisi.
Hal itu dianggap jauh lebih kompleks. Dan karenanya banyak pengguna transmisi manual menganggap mereka lebih mahir dibanding pengguna matik.
4. Mobil matik tidak leluasa untuk drifting
|
detikOto
|
Sebab, banyak kalangan menilai kalau drifting adalah kegiatan paling ekstrem untuk menguji kontrol mobil.
Legenda balapan legendaris Pikes Peak pun tidak setuju kalau drifting hanya dianggap sebagai sebuah keahlian dimana mobil mampu melakukan kegiatan seperti misalnya berputar 360 derajat saja.
Drifting menurut banyak penggila mobil adalah perpaduan dari tenaga mesin yang besar dengan keahlian mengemudi dan bantuan transmisi manual.
Sebab saat mobil dipacu dan irama mesin dipertahankan dalam suatu rpm, hal itu bisa dilakukan dengan mobil transmisi manual, tapi jarang bisa dilakukan mobil matik.
Karena ketika mobil disiksa dan pedal gas ditekan dalam, mobil matik dengan sendirinya akan memindahkan posisi gigi ke gigi yang lebih tinggi dan itu yang tidak diinginkan para drifter.
5. Manual lebih ramah lingkungan?
|
detikFoto
|
Hal itu dikarenakan transmisi manual secara historis memang lebih efisien daripada transmisi otomatis.
Dan bila melihat klaim efisiensi bahan bakar setiap produsen ataupun pengetesan independen, hal itu juga terlihat.
Ketika dites dengan metode EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika, setiap mobil dengan transmisi manual pun rata-rata memiliki tingkat efisiensi 1-2 galon per mil lebih baik dari saudara kembarnya yang bertransmisi matik.
6. Bisa mobil manual agar tidak malu-maluin
|
dok AskMen
|
Saat itu anda tidak sedang bawa mobil dan wanita itu lalu mengajak anda pergi berdua. Mobil pun dia pinjamkan. Saat itu, mobil yang ada hanyalah mobil manual saja.
Ini tentu akan membuat anda malu di depan wanita yang anda sukai. Karena anda tidak bisa menggunakan mobil manual dan harus mengakui di depan wanita itu.
7. Mobil manual lebih cepat?
|
detikOto
|
Dengan begitu, akselerasi pun menjadi lebih cepat karena anda memaksa mobil untuk menjadi lebih agresif.
Sementara dengan transmisi matik, mobil akan otomatis memindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah dan membuat putaran mesin berkurang.
Hal ini akan membuat mobil menjadi kehilangan banyak momentum dan membunuh kekuatan yang kemungkinan bisa dikeluarkan.












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi