Kementerian Industri India akan bekerja sama dengan KPIT Cummins dan Bharat Forge untuk memasok mesin hybrid untuk mobil-mobil konvensional di India.
Saat ini, Kementrian Industri beserta perusahaan patungan tersebut belum bisa menjelaskan secara detil konversi dari mobil standar ke mobil hybrid seperti yang diinginkan pemerintah India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir motorbeam, Selasa (19/2/2013) jika rencana tersebut berjalan, biaya adopsi mesin hybrid akan dikenakan Rp 12 juta sampai Rp 26 juta dan itu juga tergantung ukuran mesin yang digunakan. Cukup murah ya?
Harga tersebut termasuk sebuah motor listrik dan controller, baterai, perangkat lunak sebagai otak sistem.
Kementerian Industri menyatakan dengan penggunaan alat tersebut maka tingkat efisiensi bisa mencapai 30-40 persen.
Kabar lainnya jika teknologi yang direncanakan termasuk sistem stop/start engine untuk menghemat BBM serta dengan regenerative braking system untuk menambah daya baterai yang teraplikasi.
Sementara itu ide untuk menggunakan sistem stop/start engine yakni memaksimalkan penghematan BBM yang lebih tinggi dalam sebuah kendaraan pribadi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun