CEO Fiat Sergio Marchionne mengatakan kalau Fiat saat ini sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan merek murah yang di Eropa akan menjadi lawan bagi merek murah Renault, Dacia. Sebab saat ini hanya merek itu yang telah eksis sementara Datsun dan merek murah VW belum lahir.
Nantinya, menurut Marchionne, jika rencana itu disetujui oleh direksi Fiat akan membangun mobil dari merek murah tersebut di luar Eropa untuk mengurangi biaya produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sebenarnya Fiat bisa saja memproduksi mobil tersebut di Eropa khususnya di Italia karena pabrik mereka masih memiliki kapasitas produksi berlebih. Tapi bila itu dilakukan, keuntungan akan tipis karena biaya produksi yang tinggi sementara harga mobil murah hanyalah dikisaran angka 7.450 euro atau Rp 97,8 jutaan saja. Dengan begitu, produksi di luar Eropa adalah hal yang paling masuk akal.
Fiat, diakuinya, bukanlah baru-baru ini saja mempertimbangkan untuk membuat merek murah. Karena ternyata Fiat telah mempertimbangkannya sejak lima tahun terakhir tapi selalu tidak terwujud karena direksi khawatir kalau rencana bisnis mobil murah tidaklah akan menguntungkan.
Namun, tren perkembangan negara berkembang dan tren mobil murah nampaknya telah membuat Fiat tergoda. Terlebih saat ini Fiat ingin naik kelas, Fiat 500 dan Panda juga sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai merek terjangkau.
"Kita perlu melihat apakah ada ruang yang tersisa di bawah setelah merek Fiat bergerak naik," kata Marchionne.
Ada banyak merek yang menjadi pertimbangan Fiat untuk dijadikan merek murah mereka, salah satunya adalah Innocenti, sebuah merek Italia yang dibeli Fiat pada 1990. Merek ini pada tahun 1974 pernah meluncurkan Innocenti Mini yang desainnya dibuat oleh Bertone berdasarkan desain Morris Mini.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi