"Kelemahannya baterai motornya masih kecil mas, sehingga belum bisa untuk jarak jauh," aku Kepala Laboratorium Sistem dan Otomasi Industri ITS Nur Yuniarto seperti detikOto kutip dari Trans TV.
ITS pun akan terus memperbaiki dan mengembangkannya. Dilihat dari spesifikasinya, mobil ini memiliki baterai ion lithium 48 volt yang memiliki daya sebesar 20 kW. Baterai ini diimpor dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan biaya biaya pembuatan Rp 400 juta, mobil ini akan terus diteliti dan dikembangkan agar bisa menempuh hingga 100-200 km.
Berapa lama bisa mengisi baterainya? "8 jam kalau di rumah, tetapi kalau memakai fast charging yang disiapkan oleh pemerintah bisa 1-2 jam," ujar Nur Yuniarto.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi