Maka M Nuh tak mau lagi mendengar adanya hambatan dana untuk pengembangan mobil listrik nasional. Menurutnya, setiap tantangan pasti bisa diselesaikan dengan baik, pun dengan bantuan dana senilai Rp 50 M yang konon telah berlaku sejak tahun 2012 lalu.
"Sekarang sudah kami siapkan dananya, sekitar Rp 50 M. Dana itu meliputi secara keseluruhan kegiatan pengembangan mobil listrik di 5 kampus," kata M Nuh di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (26/1/2013).
Lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dimaksud yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), ITS dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
"Karena itu memang amanah, kami sudah memulai pendanaan ini sejak tahun kemarin," kata dia lagi.
M Nuh juga menjelaskan, pendanaan ini guna memberi kesempatan putra bangsa untuk lebih produktif menghasilkan mobil listrik berpotensi. Jika memang telah melalui uji laboratorium, setiap karya mobil listrik nasional akan kami tampilkan untuk diketahui masyarakat," tutur dia.
Namun, pihaknya mengakui bahwa dana sebesar Rp 50 M hingga kini masih belum maksimal. Artinya, dana tersebut belum terserap banyak oleh aktivitas produksi mobil listrik mahasiswa.
"Dana ini masih belum terserap banyak," aku M Nuh.
Meski begitu, dia optimis nantinya di tahun 2014-2015, produksi mobil listrik nasional menunjukkan perkembangan signifikan. "Sekarang baru benih-benih yang muncul. Tapi saya yakin tahun 2015 nanti perkembangan produksi mobil listrik nasional akan semakin maju," tutup dia.
(nrm/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun