Dosen ITS, M. Nur Yuniarto menjelaskan tidak ada kesulitan yang berarti dalam membuat platform mobil listrik besutannya. Menurut Nur, hanya di bagian suspensi depan dan belakang yang mengambil dari platform mobil asal Jepang, selebihnya merakit sendiri.
"Platform kita desain sendiri, hanya di bagian suspensi depan dan suspensi belakang yang kita ambil dari mobil Jepang," kata Nur kepada detikOto, Jumat (25/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling sulit bagian itu. Soalnya bagian itu untuk menahan bobot mobil listrik ITS," ucap Nur.
Nur menambahkan setelah menjalani tahap produksi, mobil listrik ITS secara keseluruhan memiliki bobot mencapai 1.200 kg. Namun dengan beberapa bagian platform yang mengambil dari milik mobil Jepang, dirasa bisa menahan bobot mobil listrik ITS.
Ke depannya, lanjut Nur pihak ITS harus mampu memproduksi sektor ini secara keseluruhan. "Beban mobilnya sekitar 1.000-1200 kg. Dan yang penting mobil ini jalan dulu," tutup Nur.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik