Menanggapi hal itu, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, mengatakan naiknya DP syariah menjadi 30 persen yang kini sama seperti DP bank konvesional menjadi pekerjaan baru lagi bagi Daihatsu.
"Iya nih DP syariah jadi sama 30 persen seperti bank konvensional. Itu harus kita pelajari dampaknya," kata Amelia Tjandra, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kita pikirin nih walaupun belum tahu dampaknya sebesar apa," cetusnya.
Lebih lanjut, menurutnya kini untuk DP kendaraan bermotor sudah tidak ada lagi solusinya. Masyarakat kini harus membeli mobil dengan membayar DP minimal 30 persen.
"Kan tadinya ada solusi tuh dan banyak yang beralih ke syariah. Tapi setelah DP-nya sama seperti konvensional, solusi ini hilang," tutupnya.
Namun nada optimisme datang dari Suzuki. 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales Davy J. Tuilan menuturkan masyarakat masih tetap akan membeli meski DP syariah dinaikkan.
"Apalagi porsi kredit syariah masih kecil. Orang kan dulu DP 10 persen karena memang aturannya begitu, kalau dinaikkan jadi 30 persen, orang tetap membeli mobil," ujarnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!