Gara-gara disuruh meningkatkan frekuensi tilang, sekelompok polisi lalu lintas Prancis melakukan protes. Mereka pun melakukan sabotase terhadap kamera pemantau kecepatan di jalanan.
Protes sekelompok polisi lalu lintas Prancis itu terjadi lantaran mereka ditugaskan untuk menilang lebih banyak para pengemudi yang suka ngebut di jalanan. Kuota tilang mereka diperbesar. Sebagai bentuk protes, kelompok polisi itu melakukan sabotase terhadap kamera pemantau kecepatan di jalanan.
Para polisi itu mengatakan kalau kebijakan kenaikan kuota tilang itu hanya dimaksudkan untuk menaikkan pemasukan dari surat tilang dibanding semangat untuk benar-benar meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Terlebih, para polisi itu diharuskan memenuhi kuota mereka untuk menyenangkan atasan dan mendapatkan bonus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun 2011, pemerintah Prancis menerima hingga 700 juta euro atau sekitar Rp 8,6 triliun dari penilangan para pengendara nakal tersebut. Angka itu hampir dua kali lipat dari yang pemerintah dapatkan sejak tahun 2007.
Di sisi lain, peningkatan kuota tilang bagi para pelanggar kecepatan itu dikatakan berguna untuk menurunkan angka kecepatan. Sebab jika dibandingkan dengan 10 bulan pertama tahun 2011, jumlah kematian di 10 bulan pertama 2012 terhitung turun 9 persen.
Hal ini dikatakan pemerintah menunjukkan kalau dengan bertindak lebih tegas jalanan bisa lebih aman. Namun, para polisi yang melakukan protes mengatakan kalau itu tidak ada hubungannya dengan peningkatan kuota tilang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil