Group otomotif asal Prancis PSA Peugeot Citroen putus dengan BMW. Kedua group besar itu tadinya bekerja sama untuk mengembangkan teknologi hybrid, tapi PSA Peugeot Citroen kini berpaling muka ke General Motors.
PSA Peugeot Citroen mengumumkan berhentinya hubungan mereka dengan BMW dalam hal penelitian dan pengembangan teknologi hybrid. PSA Peugeot Citroen yang merupakan perusahaan otomotif terbesar kedua di Eropa akan melanjutkan penelitian mereka dengan GM.
Bersama BMW, PSA Peugeot Citroen tidak berhasil membuat mobil hybrid bersama atau membangun pabrik bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan kalau BMW, setelah mencari tahu bahwa Peugeot akan bekerja sama dengan GM pada bulan Juli lalu langsung memulai pembicaraan untuk mengakhiri kemitraan.
Padahal, Peugeot di Maret mengatakan tidak mengharapkan kemitraan dengan GM akan mempengaruhi kemitraan dengan produsen mobil lainnya.
Namun begitu, BMW akan mempertahankan kemitraan BMW Peugeot Citroen Electrification seraya memikirkan bagaimana perusahaan patungan nanti akan dibentuk di masa depan.
Adapun GM harus membeli tujuh persen saham Peugeot sebagai bagian dari kesepakatan. Keduanya juga dapat menghasilkan model hybrid bersama-sama.
Bila PSA berpaling ke GM, BMW juga pada bulan Juni juga membuat komitmen jangka panjang dengan Toyota untuk berkolaborasi pada pengembangan mobil hidrogen, bahan baku ringan dan powertrain listrik.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?