Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR menegaskan kalau angka 1 juta unit di 2012 bukanlah angka yang mustahil dapat dicapai.
"Bisa dilihat dari penjualan bulan Januari-Agustus tahun ini yang naik 25 persen dari tahun lalu. Saat ini angka penjualan kita sudah 714 ribu unit," katanya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia menurut Sudirman ada beberapa hal yang harus terus diawasi.
Selain dampak kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan, dampak krisis Eropa juga harus terus dipantau agar jangan sampai berimbas negatif ke perekonomian Indonesia.
Harga minyak bumi dunia juga harus diperhatikan karena itu akan berdampak pada besarnya subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah dan nantinya akan mempengaruhi perekonomian negara.
"Pasar komoditi juga harus diperhatikan karena pasar ekspor sekarang sepertinya kurang bagus di sektor argo industri dan pertambangan. Semua faktor itu harus terus dipantau karena sektor otomotif ini di dorong oleh banyak hal seperti pertumbuhan ekonomi yang 6 persen sekarang ini dan stabilitasnya," papar Sudirman.
Bila semua faktor-faktor tadi dapat ditangani, maka bukan tidak mungkin angka 1 juta unit di 2012 ini dapat tercapai.
"Dan target pemerintah 1,6 juta unit di 2015 juga bisa tercapai. Kalau tidak salah itu 1,2 juta unit untuk pasar domestik dan 380 ribu untuk ekspor," tuntasnya.
Keyakinan penjualan mobil mencapai angka 1 juta unit tahun ini juga disampaikan Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto di kesempatan yang berbeda.
"Sekarang saja sudah 715 ribuan unit. Kalau rata-rata 80 ribu unit per bulan akan melampaui 1 juta unit," katanya di Bandung.
Joko menjelaskan kenaikan tersebut karena banyak jam kerja. Jadi efektivitas tersebut akan berimbas langsung pada penjualan mobil di Tanah Air.
Belum lagi, lanjut Joko akan adanya Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012, meski ajang tersebut bukan penyumbang terbesar penjualan kendaraan. Namun diakuinya lumayan besar andil ajang tersebut.
"Bukan karena IIMS juga, tapi lumayan membantu. Karena hari kerja banyak. Kemudian demand menjelang akhir tahun besar. Dan Desember agak turun karena konsumen tunggu VIN baru," ucap Joko.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih