Ssstt, Mazda Tertarik Bikin Mobil Murah!

Ssstt, Mazda Tertarik Bikin Mobil Murah!

- detikOto
Senin, 09 Jul 2012 17:41 WIB
Ssstt, Mazda Tertarik Bikin Mobil Murah!
Jakarta - Rencana pemerintah untuk bisa melahirkan mobil 'low cost and green car' menjadi pembicaraan hangat bagi pecinta otomotif di tanah air. Lalu apakah langkah Mazda dalam menanggapi rencana pemerintah kali ini? Dan jawabannya adalah: Ya.

"Kami akan ikut 'Low Cost and Green Car'," tegas Presiden and CEO Mazda Motor Corporation Takashi Yamanouchi saat mengunjungi Jakarta, Senin (9/7/2012).

Namun sayang, Mazda masih enggan berbagi kepada masyarakat seperti apa mobil 'Low Cost and Green Car' yang yang tengah dipersiapkan dan akan dijual di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya masih dalam tahap study dan masih dibicarakan. Selain itu, kami juga masih melihat bagaimana dengan regulasi yang akan diterapkan dari pemerintah Indonesia," kata Takashi Yamanouchi.

Tidak berhenti sampai disitu, selain berniat bikin mobil murah, Mazda pun menurut Yamanouchi juga menargetkan penjualan Mazda mencapai 30.000 unit secara bertahap hingga tahun 2015 mendatang.

"Iya, seperti yang dikatakan Mr. Yamanouchi, Mazda akan memiliki target penjualan hingga mencapai 30.000 unit secara bertahap hingga tahun 2015. Selain itu kita juga akan menambahkan 50 outlet hingga tahun 2015. Dan untuk masalah investasinya, itu tergantung dari daerah masing-masing, tapi yang pasti outlet itu harus memenuhi standar kita, harus mengusung 3S (sales, service, spare part)," tambah Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Wijana.

IIMS

Dan meski ajang Indonesia International Motor Show 2012 baru akan dimulai beberapa bulan lagi, Mazda ternyata juga sudah memastikan kalau Indonesia akan menjadi negara kedua untuk bisa merasakan ketangguhan Mazda Biante, setelah Jepang.

"Hingga 2016 akan ada 8 produk dengan mengusung SKYACTIV Technology, tentu ini akan dilaksanakan secara bertahap. Dan untuk tahun depan All New Mazda 6 itu sudah dilengkapi dengan SKYACTIV Technology," kata Astrid Ariani Wijana.

"Dan kalau bicara soal target IIMS, kami belum memiliki target, karena ini masih tergantung suplai (dari Jepang dan Thailand). Dan secara resmi (bukan importir umum) Biante tidak pernah dipasarkan di luar Jepang. Jadi, Indonesia bisa dikatakan menjadi negara pertama yang bisa merasakan Biante," lugas Astrid.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads