Salah satu perilaku berkendara yang membuat mobil boros BBM adalah cara berkendara yang agresif, padahal mengemudi dengan tepat dan efisien bisa mengurangi konsumsi BBM 10-15 persen.
Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Bhaltasar Kambuaya di Parkir Timur Senayan, Sabtu (16/6/2012).
"Dan hal ini mendukung komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan kemampuan sendiri di tahun 2020, dan 41 persen dengan bantuan dari luar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Korp Lalu Lintas Polri Irjen Pudji Hartanto Iskandar menuturkan perilaku berkendara yang eco driving seperti tidak menekan gas berlebihan.
"Yang pertama, dalam gerakan (mobil) pas kita mau start kita gak langsung gas itu tahap pertama. Begitu injak kopling masuk gigi kita jalan slow, jangan seperti mau ngebut, ini yang tidak biasa kita lakukan, kita biasanya pengen tancap gas itu gak boleh, ini yang pertama. Kemudian di jalan kita tidak main-main gas. Itu yang perlu jadi catatan bagaimana teknik mengurangi emisi," ujarnya.
Untuk itulah, hari ini Kementerian LH menggelar pelatihan Eco-Driving di Senayan. Acara ini sebenarnya merupakan kegiatan tahunan Kementerian LH.
Pelatihan diakhiri dengan fun rally yang bertujuan untuk menerapkan ilmu yang telah dipakai para peserta. Rally diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Total sekitar ada 130 peserta yang mengikuti rally.
Produsen mobil BMW mengikuti rally ini dengan menyertakan mobil diesel yang irit BBM yakni BMW 520d.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu