4 Insinyur Siap Buatkan Mobil Listrik Buat Dahlan Iskan

4 Insinyur Siap Buatkan Mobil Listrik Buat Dahlan Iskan

- detikOto
Jumat, 11 Mei 2012 20:10 WIB
4 Insinyur Siap Buatkan Mobil Listrik Buat Dahlan Iskan
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya mengumumkan 4 nama pembuat prototipe mobil listrik. Dahlan memang sudah lama ingin adanya mobil listrik buatan dalam negeri untuk menghemat BBM.

Selain menunjukkan foto prototipe mobil listrik kepada awak media di kantornya, Dahlan juga memberi menyebutkan nama-nama sang pembuat mobil listrik yang kabarnya bakal jadi mobil listrik nasional.

Dahlan juga menyebutkan latar belakang pendidikan pembuat prototipe mobil listrik tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 4 ahli, masing-masing membuktikan dirinya mampu," ungkap Dahlan di Kementerian BUMN, Jumat (11/5/2012).

Pertama, Dasep Ahmadi dari ITB, ia ahli mesin presisi yang biasa mengerjakan perusahaan besar.

Kedua, Danet dari ITS, yang merupakan sarjana ITS kemudian ia sekolah lagi di Michigan, dia 10 tahun bekerja di perusahaan mobil terkenal di Amerika, Chrysler.

Ketiga, Ario, pernah sekolah di Inggris tapi pernah di ITB, ia juga sudah mempunyai prototipe untuk motor dan mobil.

Keempat, Rafi merupakan ahli mikro turbin dan motor, ia juga lagi menyiapkan prototipe mobil listrik.

Dahlan pada kesempatan itu juga mengatakan harapannya, agar dalam waktu dekat, prototipe mobil listrik pilihannya bisa segera lahir.

"Paling lama 2 bulan jadi, tapi saya harap 1 bulan lagi jadi. Itu sudah akan lahir 4 prototipe mobil," tambahnya.

Mobil Listrik Dahlan Iskan Pakai Komponen Impor China

Menteri BUMN Dahlan Iskan sedang serius mencari dan mengembangkan prototipe mobil listrik karya 'anak bangsa'. Selidik punya selidik ternyata, sebagian komponen rancangan mobil listrik itu berasal dari impor termasuk China.

Menurut pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi yang menjadi salah satu pengembang mobil listrik, ia mendatangkan beberapa komponen impor untuk mobil listrik rancangannya.

Beberapa komponen seperti batere ia datangkan dari China. Beberapa komponen lainnya ia juga datang dari Jepang, Korea, Amerika dan lain-lain.

"Tidak hanya dari China, tapi dari multi source seperti Jepang, Korea, Amerika, kita harus kerjasama, yang pentingkan rancangan kita sendiri, kita yang punya. Misalnya kita sedang menguji batere dari China dan negara lainnya, kita belum memutuskan," kata Dasep.

Ia menuturkan, era saat ini untuk mengembangkan mobil listrik mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Sehingga komponen berbagai sumber mau tidak mau harus dilakukan. Dasep pun yakin secara bertahap komponen mobil listrik dalam negeri akan mencapai 50%.

"Bertahap, komponen lokal bisa 50%, sisaya impor. Kita bisa ketinggalan kalau kembangan sendiri. Kita yang penting punya hak cipta," katanya.

Langkah Dahlan Iskan dan beberapa mitranya seperti Dasep untuk mengembangkan mobil listrik mendapat respons cibiran. Misalnya salah satu pembaca detik.com, yang mengaku bernama jokodediatmojo dalam komentarnya cukup pedas mengkritik Dahlan Iskan soal mobil listrik.

"Komponen baterei, inverter, kontroller, motor listriknya PASTI dari CHINA..!!! Saya sudah mendapat info dari MITRA yang di CHINA bahwa mereka siap mengekspor komponen mobil listrik ke INDONESIA sebanyak 5000 unit komponen mobil listrik.. Waaaah... kalau gini sih. Saya juga sanggup jadi pengusaha mobil listrik kayak pak Dahlan ini...! COBA dong dukung BUMN melakukan RISET kemampuan memproduksi sendiri!!! ITU BARU NAMANYA MENTERI," seru jokodediatmojo.

"Pak DAHLAN ISKAN siap mengimpor komponen mobil listrik dari CHINA.... bekerja sama dengan pengusaha DASEP AHMADI untuk memproduksi mobil listrik buatan CHINA," katanya.

Menanggapi itu, Dahlan Iskan hanya merespons dengan enteng. Melalui bahasa Jawa dengan frase berima, ia membuat jawaban yang lugas.

"Purwodadi Kuthane, Sing Dadi Nyatane," seru Dahlan. Frase ini kalau diartikan kurang lebih, Purwodadi kotanya, yang penting kenyataanya, atau kerja nyata.

(hen/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads