Hal tersebut disampaikan Menperin MS Hidayat sesuai pertemuan dengan direksi PT Astra International Tbk di Istana Negara, Selasa (8/5/2012).
"Yang penting tadi di depan Presiden saya desak agar kebutuhan Indonesia untuk mobil hybrid maupun low cost yang eco car itu kalau bisa produksi sendiri di sini dengan lokalitas 80 persen-90 persen dan industri proses di sini sehingga efek dominonya banyak," ujar Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang enggak bisa, bisa enggak you (produen mobil) tahun ini bikin, baru kita atur tax insentive dan lainnya," ujar Hidayat.
Dengan memproduksi mobil ramah lingkungan di Indonesia, Indonesia akan mendapatkan kompensasi berupa proses peralihan teknologi, tenaga kerja, tenaga ahli dan produksi komponen di sini. "Kalau bisa 85 persen kan berarti produksi komponen di buat di sini," ujarnya.
Astra lanjut Hidayat menyanggupi niatan tersebut, namun mereka harus mendapatkan dulu persetujuan dari prinsipal mereka di Jepang.
Kapan realisasinya?
"Tahun ini ya mungkin akhir-akhir karena mereka harus mendapat persetujuan prinsipal dulu. Hanya idealnya diberi tax, kalau dia produksi di sini ya, tentu harus dikasih tax allowance sedemikian rupa sehingga harganya hybrid tidak terlalu tinggi disparitasnya," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?