Pemerintah Siap Beri Insentif untuk Mobil Hybrid

Pemerintah Siap Beri Insentif untuk Mobil Hybrid

Luhur Hertanto - detikOto
Selasa, 08 Mei 2012 20:03 WIB
Pemerintah Siap Beri Insentif untuk Mobil Hybrid
Toyota Prius
Jakarta - Pemerintah tertarik meningkatkan penjualan mobil ramah lingkungan seperti hybrid. Pemerintah pun siap memberikan insentif agar harga mobil hybrid di tanah air bisa turun dan sama dengan mobil konvensional. Langkah itu dilakukan asalkan produsen berani memproduksi mobilnya di Indonesia.

Menteri Perindustrian MS Hidayat setelah pertemuan direksi Astra dengan Presiden SBY di Istana Negara memaparkan kalau pemerintah siap memberikan berbagai macam kemudahan pada produsen mobil di Indonesia yang sanggup memproduksi mobil hybrid di Indonesia.

Mobil hybrid yang mengkombinasikan dua dapur pacu yakni motor listrik dan mesin bensin konvensional pun dianggap bisa menjadi solusi praktis bagi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu sudah ada perubahan dan mobil yang sangat hemat, bisa 1:30 dan harganya cukup mahal. Karena itu dua kombinasikan antara yang menggunakan BBM dan penyimpanan listrik. Selisih harga masih sekitar 35 persen dari mobil non hybrid," papar Hidayat.

"Ini kita mau selaraskan, yang penting tadi di depan presiden Saya desak agar kebutuhan Indonesia untuk mobil hybrid maupun low cost yang eco car itu kalau bisa produksi sendiri di sini dengan lokalitas 80 persen sampai 90 persen dan industri proses di sini sehingga efek dominonya banyak," ungkapnya.

"Lalu presiden setuju. Beda yang dilakukan Malaysia import sampai 2014, baru bikin. Saya bilang enggak bisa, bisa enggak you tahun ini bikin, baru kita atur tax insentive dan lainnya," katanya.

"Sebab (yang) kita dapat kompensasi adalah proses produksi di sini dan tenaga kerja, tenaga ahli dan komponen production di sini. Kalau bisa 85 persen kan berarti produksi komponen di buat disini," tambahnya.

"Lalu apakah direksi Astra dalam hal ini Toyota sanggup dengan permintaan itu?," tanya wartawan. "Sanggupi," jawab Hidayat.

(syu/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads