Menteri Perindustrian MS Hidayat setelah pertemuan direksi Astra dengan Presiden SBY di Istana Negara memaparkan kalau pemerintah siap memberikan berbagai macam kemudahan pada produsen mobil di Indonesia yang sanggup memproduksi mobil hybrid di Indonesia.
Mobil hybrid yang mengkombinasikan dua dapur pacu yakni motor listrik dan mesin bensin konvensional pun dianggap bisa menjadi solusi praktis bagi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kita mau selaraskan, yang penting tadi di depan presiden Saya desak agar kebutuhan Indonesia untuk mobil hybrid maupun low cost yang eco car itu kalau bisa produksi sendiri di sini dengan lokalitas 80 persen sampai 90 persen dan industri proses di sini sehingga efek dominonya banyak," ungkapnya.
"Lalu presiden setuju. Beda yang dilakukan Malaysia import sampai 2014, baru bikin. Saya bilang enggak bisa, bisa enggak you tahun ini bikin, baru kita atur tax insentive dan lainnya," katanya.
"Sebab (yang) kita dapat kompensasi adalah proses produksi di sini dan tenaga kerja, tenaga ahli dan komponen production di sini. Kalau bisa 85 persen kan berarti produksi komponen di buat disini," tambahnya.
"Lalu apakah direksi Astra dalam hal ini Toyota sanggup dengan permintaan itu?," tanya wartawan. "Sanggupi," jawab Hidayat.
(syu/ddn)










































