"Disparitas yang tinggi itu tidak baik, naikkin saja (premium) jadi Rp 6.000. Kalau terus seperti ini akan ada penyalahgunaan, entah itu bensin oplosan atau lainnya," ujar Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan di Jakarta, Rabu (25/4/2012).
"Sekarang Rp 4.500, kan pemerintah berencana mau sosialisasi BBG, kalau nanti BBG harganya Rp 3.500 apakah menarik?" ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman juga mengatakan bahwa produsen mobil tidak masalah dengan pembatasan itu karena diperkirakan hanya akan mengganggu penjualan mobil sementara waktu.
"Bagaimana mengenai pembatasan? Untuk masalah itu kami juga belum bisa memperkirakan, karena pemerintah sendiri belum jelas," kata Sudirman.
"Tapi dari Gaikindo, kalau pemerintah memang mau menerapkan, kami berharap sosialisasinya yang betul dengan waktu yang cukup," tandasnya.
Begitu pula untuk masalah isu pembatasan mobil 1.500 cc. Untuk urusan ini, pemerintah menurut Sudirman juga harus menegaskan hal itu dan mensosialisasikannya dengan baik ke para penjaga SPBU agar tidak terjadi salah paham.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek