Uji kehandalan yang dilakukan untuk komponen konveter kit berupa katup CNG (Compressed Natural Gas) tekanan tinggi dan juga membran penstabil tekanan tinggi pada tingkat I dan tekanan rendah tingkat III.
"ini uji karya mahasiswa untuk mengetahui sampai di mana kekuatan dan kelemahan desain material kita," ungkap Ketua Grup Penelitian Konversi Bahan Bakar Gas (BBG), Dr Jayan Sentanuhady saat acara pelepasan di Balairung UGM, Selasa (17/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini perjalanan jauh terus jalanan di sini juga harus stop and go. Kita lihat bagaimana pengaruh dan seberapa jauh pembakarannya," kata staf pengajar jurusan teknik mesin itu.
Dia mengatakan setiap menempuh rute sekitar 70 km, mobil akan berhenti dilakukan pengecekan. Berbagai hal yang terjadi selama perjalanan akan dicatat sebagai bahan kajian dan penilitian lebih lanjut.
Jaya kemudian menerangkan tangki bahan bakar CNG itu diletakkan di kabin belakang. Tipe tangki yang digunakan adalah tipe 2 dari 4 tipe yang ada. Tangki tersebut berkapasitas 60 liter atau sama dengan 16 LPS (liter skala premium).
"16 LPS itu seharga Rp 49 ribu dan 1 LPS kira-kira bisa menempuh jarak 12 km," ujar Jayan yang didampingi Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi dan rektor terpilih 2012-2017 Prof Dr Pratikno.
Dia menambahkan katup dan membran tersebut 100 persen desain mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Industri yang tergabung dalam grup penelitian konversi BBG UGM. Katup tersebut berfungsi untuk menyalurkan gas dan menurunkan tekanan tinggi dari tabung gas pada tekanan 200 bar hingga menjadi 30 bar.
Menurut dia, desain katup lama dari bahan kuningan yang bila terus aktif atau terus menerus bekerja akan mudah cepat aus dan rusak. Saat ini dengan desain katup baru yang lebih ringan dan mudah dalam proses produksi.
"Dengan katup baru tersebut akan dilihat sejauh mana kehandalannya ketika digunakan dan bertahan selama perjalanan Yogya-Jakarta. Sebab cuaca dan kondisi jalan bisa berpengaruh dan kita bisa mendapat pelajaran dari perbaikan desain konverter ini," katanya.
Desain baru dari katub dan membran dipasangan di mobil Suzuki Baleno kapasitas mesin 1.600 cc.
Mobil yang dikendarai oleh M. Bastiansyah mahasiswa Teknik Industri 2006 dan teknisi/desainer M. Nurul Ahbab jurusan Teknik Mesin 2009 ini melakukan start dari Yogyakarta hari ini dan finish hari Kamis tanggal 19 April 2012 di acara Mini Expo UGM di kantor perwakilan UGM di Tebet Jalan Saharjo Jakarta.
(bgs/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?