Pemerintah akan mengeluarkan aturan larangan pembelian bensin subsidi atau premium. Salah satu opsinya adalah pelarangan pembelian premium untuk mobil dengan cc tertentu.
Dirjen Migas Evita Herawati Legowo menyatakan, pembatasan konsumsi BBM subsidi ini tidak bakal dipukul rata untuk seluruh mobil pribadi pelat hitam.
"Pemerintah tidak sesadis itu, pasti ada yang boleh beli premium (plat hitam) walaupun nanti pemerintah akan mengeluarkan aturan pengendalian BBM bersubsidi," kata Evita di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Evita, salah satu opsi yang sedang dicarakan dengan para steakholder adalah pengendalian berdasarkan cc mesin kendaraan.
Apakah 1.500 cc ke atas wajib pertamax? "Dapat bocorannya, ya yang jelas salah satu opsi pengendalian melalui cc kendaraan," ujarnya.
Aturan tersebut kata Evita, juga terkait maraknya mobil mewah membeli premium. Namun pemerintah belum menetapkan mobil cc berapa yang akan dilarang membeli bensin premium.
"Makanya nanti kita lihat yang mana tidak boleh beli premium. Apalagi mengenai mobil mewah itu, selama inikan kami hanya mengimbau, tapi imbauan kami tidak baru-baru ini saja, tapi sejak tahun lalu. Tapi ya ternyata hasilnya tidak terlalu signifikan," tegas Evita.
Karena itu, di April akan keluar aturan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dengan melarang mobil cc tertentu membeli bensin subsidi yang berlaku mulai Mei 2012 di Jawa-Bali.
"Aturannya sudah disiapkan dan sudah ada opsi-opsi yang akan dipilih untuk melakukan pengendalian, kita sebutnya pengendalian BBM bersubsidi bukan pembatasan dan kemungkinan keluar pada April 2012 dan berlaku efektif pada Mei 2012," kata Evita.
Dikatakan Evita, pengendalian BBM bersubsidi akan diberlakukan secara bertahap. Untuk tahap awal diberlakukan untuk daerah Jawa-Bali terlebih dahulu dan itu juga tergantung kesiapan infrastrukturnya.
Tahap awal Jabodetabek? "Tidak Jawa-Bali, tapi masih tergantung kesiapan infrastrukturnya, dan akan berlaku efektif pada Mei 2012," ungkapnya.
Salah satu yang sedang dipilih opsinya adalah pengendalian berdasarkan cc. "Itu salah satu opsi yang akan dipilih berdasarkan cc, jadi cc tertentu wajib pakai BBM bersubsidi," ucapnya.
"Baru premium dulu, solar tidak. Yang jelas tujuan pengendalian ini agar kita dapat menjaga kuota BBM bersubsidi yakni sebesar 40 juta KL, kalau tidak segera dilakukan kuota BBM jebol dan bisa tembus 46-47 juta KL," tukas Evita. (rrd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun