NHTSA menutup penyelidikan pada baterai Volt. "Berdasarkan dari data yang tersedia di lapangan, NHTSA tidak percaya kalau Chevy Volt dan mobil listrik lain memiliki risiko yang lebih besar dari mobil bensi," demikian pernyataan NHTSA seperti dilansir Consumer Reports, Selasa (24/1/2012).
Secara umum, lanjut NHTSA, setiap kendaraan memiliki risiko terbakar yang sama saat mengalami kecelakaan serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus terbakarnya Volt merebak akhir tahun lalu, saat NHTSA melakukan uji tabrak pada Volt. Insiden kebakaran ini terjadi 3 minggu setelah NHTSA melakukan uji tabrakan (crash test) terhadap Chevy Volt. Baterai Chevy Volt yang rusak setelah crash test mengalami kebakaran.
Kabarnya kebakaran itu membuat beberapa mobil yang diparkir di dekat mobil ikut terbakar.
GM pun langsung bereaksi dengan insiden ini. "Pertama-tama ingin kami nyatakan kalau Volt adalah mobil yang aman. Kami bekerja sama dengan NHTSA untuk melengkapi investigasi," ujar Kepala Insinyur GM untuk mobil listrik Jim Federico seperti dilansir CNET.
Volt sendiri merupakan mobil listrik tipe extended range. Untuk setiap baterai penuh, mobil bisa melaju hingga 25-50 mil. Namun Volt bisa berjalan jauh lagi karena memiliki mesin bensin 1.400 cc yang bisa membawa Volt hingga 379 mil.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!