Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) yang membawahi merek-merek mobil yang dijual di Indonesia dan tentunya beranggotakan banyak merek asing melalui Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan bahwa uji ketahanan itu merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.
"Gaikindo menyambut baik mobil ini. Tapi jangan sampai hanya 'membuat mobil', karena masih banyak proses yang harus dilewati (untuk masuk ke bisnis otomotif)," jelasnya di Jakarta, Rabu (18/1/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa depan SMK ini menurut Jongkie sebenarnya sangatlah bagus. Sudah banyak respons positif terkait kelahiran mobil buatan para siswa kejuruan tersebut.
"Kemarin Hipmi sudah berkata kalau 33 pengusahanya siap jadi diler. Itu bagus. Itu untuk pemasaran. Tapi bagaimana dengan pelayanan aftersales, bagaimana dengan bengkel, bagaimana dengan garansi, bagaimana dengan suku cadang," cetusnya.
"Jadi bagi siapa pun, entah itu Esemka, GEA, Tawon lakukan endurance test. Karena itulah yang juga kami harus lakukan (sebelum memproduksi massal sebuah mobil)," kata Jongkie.
"Mengetes mobil itu tidak gampang, sebelum diproduksi mobil di bawa ke kutub lalu ke Afrika, ke jalan rusak, ke jalan mulus, untuk mengetes endurance mobil itu sebelum diproduksi," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer