Syed Mokhtar Al- Bukhary membeli Proton lewat perusahaan DRB-Hicom miliknya senilai US$ 411,9 juta. Sepak terjang Syed Mokhtar Al- Bukhary selama ini dikenal lewat perusahaan otomotif dan propertinya.
Seperti dilansir Reuters, Senin (16/1/2012), pembelian ini merupakan rekor baru dalam dunia otomotif Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tolak Asing
Pembelian DRB-Hicom menutup rapat-rapat pintu Proton kepada pabrikan luar. Sebelumnya pemerintah Malaysia dikabarkan sudah berdiskusi dengan VW dan General Motors.
Namun kedua pabrikan itu batal karena adanya tekanan dari mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang saat ini menjadi penasihat Proton. Mahathir meminta Proton tetap berada di tangan orang-orang Malaysia.
Bagi Malaysia, Proton merupakan simbol industrialisasi. Sejak berdiri Proton pun menikmati berbagai fasilitas dari pemerintah Malaysia dan di sisi lain, pabrikan luar diberi 'kesulitan' yang banyak sehingga sulit berkembang di Malaysia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik