"INKA memiliki kemampuan untuk membuat mobil nasional. Namun untuk berubah menjadi produsen mobil seperti Toyota dan yang lain-lain, INKA belum memiliki kemampuan untuk itu," ujarnya.
Dahlan mengatakan, hal itu dikarenakan untuk saat ini PT INKA hanya mAmpu memproduksi sementara untuk memasarkan, mencari cara untuk pembayaran bagi yang berminat, layanan suku cadang dan purna jual belum dimiliki olah PT INKA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika mendapat pesanan INKA bisa membuat mobil tapi kalau berubah menjadi industri produsen mobil tidak mungkin. Selain itu pasar kereta api di daerah Asean masih cukup menjanjikan," terangnya.
Ketika ditanya terkait mobil GEA yang dinaikinya saat pulang ke kampung halamannya di Kelurahan/Kecamatan Takeran, Magetan kemarin, Dahlan menilai jika mobil tersebut berfungsi baik dan cukup nyaman di kelasnya meski awalnya sempat mogok.
"Mobil GEA enak untuk mobil sekelasnya. Memang ada beberapa kekurangan namun itu bukan masalah," pungkasnya.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya