Public Affair and Communication Michelin Indonesia, Nora Guitet mengatakan, pihaknya menggunggulkan kualitas dengan teknologi canggih pada ban Michelin.
"Pada kualitas, kita tidak kalah dengan produsen ban lain. Harga kita mungkin lebih tinggi, tetapi dengan harga tinggi itu kita tidak akan rugi karena ban Michelin punya high quality," ujar Nora kepada wartawan di gedung Exhibition and Convention Center, Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga faktor ini yang merupakan keunggulan produk kami dan kita sangat ramah lingkungan," katanya.
Sementara itu, Senior Project Manager Communication Michelin Thailand, Kreepong Pejprasit mengatakan, tiga keunggulan yang menghasilkan kualitas terbaik dari ban Michelin berawal dari komposisi material. Michelin sendiri menggunakan 50 persen lebih karet alami, karet sintetis, karbon hitam, silika dan bahan kimia lainnya.
"Kita menggunakan 45-50 persen karet alami dan terutama kita memiliki teknologi mutu ban dengan menggunakan silika yang dapat membuat ban memiliki daya cengkram yang kuat, hemat bahan bakar dan awet," jelas Kreepong.
Kreepong menjelaskan, komponen silika yang dipadu dengan teknologi Michelin membuat ban aman saat harus ngerem mendadak. Daya cengkram ban yang kuat pada kondisi jalanan basah atau hujan membuat pengendara lebih aman.
"Pattern pada ban dapat meloloskan air dengan baik, sehingga saat ban mengerem tidak licin," ujarnya.
Selain itu, teknologi silika pada ban Michelin juga dapat menghemat bahan bakar mobil hingga 5 persen.
"Energi panas yang dihasilkan dari gesekan pada ban lebih sedikit, sehingga bahan bakar yang dikeluarkan juga lebih sedikit. Anda bisa menghemat uang anda daripada bahan bakar bila mggunakan ban Michelin," paparnya.
Keunggulan teknologi ban radial Michelin juga terlihat dari keawetannya. Tingkat keausan ban Michelin dapat bertahan hingga 2 tahun lebih.
"Ban kita memiliki ketahanan yang lebih dibanding ban lain, tergantung dari pemakaian dan perawatannya. Keunggulannya, ban Michelin bisa tahan kempes hingga satu minggu bila rusak terkena benda tajam seperti paku," pungkasnya.
(mei/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!