"Tahun ini kami produksi 200 engine untuk SMK di Jawa Timur," kata Humas SMK 1 Singosari Agus Sudarto kepada detikOto lewat sambungan telepon, Kamis (5/1/2012).
Agus mengaku, ratusan mesin itu akan diproduksi mulai bulan ini, diharapkan dalam waktu dekat bisa didistribusikan kepada seluruh esemka lain. "Semoga bisa cepat selesai," aku Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk 200 mesin yang dikerjakan anak didiknya akan diambilkan bahan baku dari China. "Bahan baku kita ambil dari China," beber Agus.
Untuk memperlancar program ini, lanjut dia, SMK yang mendapatkan jatah mesin akan diberikan pembinaan terlebih dahulu. Hal itu guna memudahkan perakitan mesin dengan bodi atau rangka mobil sesuai selera SMK masing-masing. "Kita tularkan ilmu perakitan kepada guru pembinanya dahulu," sambung Agus.
Ia menambahkan, pada program 200 mesin ini, 10 SMK itu hanya terbebani untuk pengadaan sasis mobil juga produk dalam negeri. "Semoga mereka (SMK,red) bisa merakitnya dan memberi nama produk yang dihasilkan," imbuh Agus.
Sebelumnya, SMK 1 Singosari berhasil merakit dua unit mobil dari hasil karya anak didiknya, yaitu mobil nasional yang diberi nama Digdaya 1.5.i dan Rajawali double cabin 4 x 4, dan dua tipe mobil nasional itu diproduksi secara massal.
(bdh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya