'Pasar Mobil Indonesia Sulit Kalahkan Thailand'

'Pasar Mobil Indonesia Sulit Kalahkan Thailand'

- detikOto
Senin, 07 Nov 2011 21:42 WIB
Pasar Mobil Indonesia Sulit Kalahkan Thailand
Jakarta - Niat pelaku industri otomotif Indonesia untuk mengalahkan industri mobil Thailand dikritisi para petinggi PT Toyota Motor Corporation dan PT Daihatsu Motor Corporation.

Utusan dari pihak prinsipal PT Toyota dan Daihatsu itu mengatakan jika pasar mobil Indonesia sulit mengalahkan pasar mobil Thailand.

"Melihat kondisi saat ini di Thailand memang lebih banyak pabrik, oleh karena itu untuk membuat kendaraan di Thailand lebih mudah daripada di Indonesia," kata Presdir Daihatsu Motor Corporation Jepang di acara "Toyota-Daihatsu-Astra Sinergy, Dedicating The Best for Indonesia" di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (7/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menuturkan pasar mobil Thailand tahun ini tidak mungkin kalah dari Indonesia meski Thailand kini terkena bencana banjir.

Menurutnya jika bencana terjadi di Thailand, maka imbasnya juga akan terjadi di Indonesia. Dengan begitu penjualan mobil di Tanah Air juga bakal merosot.

"Pasar mobil Indonesia sepertinya sulit mengalahkan pasar mobil Thailand meski pasar mobil di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, yang menguntungkan kita (Indonesia) adalah tidak terkena dampak banjir. Tapi tentunya kita juga harus melihat kondisi ke depan," ucapnya.

Sementara Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation, Hiroji Onishi mengatakan masih ada kesempatan untuk pasar mobil Indoensia untuk berkembang hingga 1 juta unit per tahun mengalahkan pasar mobil Thailand.

Namun ia menuturkan masih butuh proses panjang. Keyakinan Onishi karena makin membaiknya perekonomian Indonesia dan semakin banyaknya penduduk Indonesia. Dengan itu lanjutnya bukan tidak mungkin penjualan mobil bakla terus berkembang.

"Pasar mobil di Indonesia 800.000 unit - 900.000 unit per tahun, sedangkan Thailand 1 juta unit per tahun. Seperti kita ketahui kondisi banjir di Thailand masih terjadi saat ini. Oleh karena itu pasar Thailand akan mencapai separuhnya saja. Kondisi mobil di Indonesia pun akan terpengaruh dari kondisi di Thailand," tutupnya.


(ikh/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads